© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Ragam Karya Rupa di Ruang Terbuka

24 Oct 2016

Jika Anda sempat berkunjung ke Salihara yang berada di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, jangan kaget bila melihat banyak karya rupa tiga dimensi yang seakan diletakkan begitu saja di ruang terbuka. Apa yang ada di sana memang sengaja dirancang demikian untuk mengawali SIPFest 2016. Mereka menamakannya pameran seni rupa Di Ruang-Ruang Terbuka Salihara.

 

 

Nus Salomo, perupa asal Medan, Sumatera Utara adalah salah satu perupa yang memberikan kejutan dengan karya patung Gurita Raksasa yang dipasang di bagian atas (rooftop) gedung Salihara. Nus menceritakan patungnya menggunakan bambu sebagai bahan karyanya. Bambu dikenal sangat ramah lingkungan dan mudah diurai oleh alam.

 

“Saya memakai bambu dari Sukabumi. Mengapa bambu? Karena ada 160 lebih jenis bambu yang ada di Indonesia dan 50-an jenis ada di Sukabumi, saya juga bekerjasama dengan pengrajin dari Sukabumi,” ujarnya.

 

Nama 'Gurita Salihara' diambil Nus karena peran Komunitas Salihara di ranah seni pertunjukan. Nus tak hanya mengerjakan patung dan seni instalasi, tapi juga lukisan, lukisan digital, video, dan teknologi serta ilmu pengetahuan kerap menjadi alat bantu dalam berkarya. Pameran tunggalnya yang terakhir adalah Deus ex Machina, Ark Galerie, Jakarta (2009), Nus the Cybernaut, O House Gallery, Jakarta (2008), dan The Post-Human, Galeri Lontar, Jakarta (2006). 

 

Bukan hanya Nus, perupa yang ikut terlibat dalam pameran itu. Tiga nama lain seperti I Made Wiguna Valarasa, Purjito, dan Indyra. Mereka bertiga masing-masing menyumbangkan karya berjudul Migration, Patung Abdurrahman Wahid alias Gusdur, dan karya mural berjudul Be A Daydreamer & A Night Thinker.

Empat perupa ini telah mendapatkan pengakuan nasional dan internasional atas kiprah mereka. Valasara pernah menjadi Finalis UOB Painting of the Year, Singapura (2012). Indyra banyak mengeksplorasi tubuh perempuan dalam lukisan-lukisannya. Nus Salomo punya bekerja di industri hiburan Hollywood. Purjito berpengalaman dalam mengerjakan patung publik di sejumlah kota di Indonesia.

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU