© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Taman Pintar a la Kota Marrakech

19 Dec 2016

Jika di Jakarta kita bisa menemui ruang publik seperti Taman Menteng, Taman Ayodya, Taman Suropati, dan taman-taman lainnya, lain halnya bila Anda berkunjung ke kota Marrakech, Maroko. Kota yang dikenal dengan julukan The Red City itu memiliki satu lokasi lagi wisata yang bisa didatangi siapapun turis yang berkunjung ke Marrakech.

 

Namanya taman Cyber Parc Arsat Moulay Abdeslam. Dari kejauhan taman ini tak ubahnya seperti taman-taman lain di dunia ataupun yang terdapat di Jakarta. Namun bila Anda masuk ke dalamnya, taman ini memiliki nilai lebih yang mungkin jarang dimiliki taman di kota lain. Sesuai namanya, Cyber Parc kental dengan unsur teknologi dan ilmu pengetahuan.

 

 

Itulah mengapa banyak orang setuju bila ia disebut sebagai taman pintar. Pada pekan lalu, Satulingkar.com berkesempatan mengunjungi kota Marrakech. Tentu saja tidak melewatkan kesempatan melihat-lihat apa yang ada di dalam kawasan taman. Di beberapa sudut taman, pemerintah kota memasang sejenis layar sentuh berukuran 2×1 meter persegi.

 

Layar ini berisi informasi mengenai kota Marrakech, mulai sistem transportasi, tujuan wisata, hingga hotel dan tempat menginap. Selain layar sentuh itu, pengunjung juga disajikan dengan ratusan papan pintar. Mengapa disebut papan pintar karena papan itu berisi informasi pengetahuan umum tentang keadaan lingkungan hidup di Marrakech ataupun Maroko secara keseluruhan.

 

 

Raja Mohammed VI, pemimpin tertinggi Maroko mendirikan taman ini melalui yayasannya, The Mohammed VI Foundation. Taman ini dibangun untuk memperkenalkan kepada masyarakat mengenai usaha konservasi lingkungan yang dilakukan pemerintah Maroko.

 

Program-program pro lingkungan hidup seperti penyelamatan satwa langka, pembangunan pembangkit energi bersih, dan program lainnya dijelaskan dengan sangat rinci lengkap bersama foto-foto dan ilustrasi. Semua informasi yang tersedia ditulis dalam tiga bahasa, Arab, Perancis, dan Inggris.

 

 

Taman ini pun cocok dijadikan lokasi wisata saat kota Marrakech menjadi tuan rumah konfrensi perubahan iklim dunia (COP22). Konfrensi itu sendiri berlangsung selama dua pekan dimana Indonesia turut hadir dari ratusan negara yang berpartisipasi di acara tersebut. Wah, sepertinya konsep taman sebagai ruang publik di Jakarta bisa ditingkatkan menjadi taman pintar seperti Cyber Parc Arsat Moulay Abdeslam ya!

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU