© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kisah Anak yang Merindukan Bapaknya

12 Jan 2017

Bagaimana rasanya ditinggal ayah kandung mu? Bukan karena tak sayang namun karena tuntutan hidup membuat ayah dan anak harus terpisah jarak dan waktu. Begitu sering terjadi sampai tiba suatu saat si ayah tak pernah kembali. Ia justru pulang lebih dulu. Ya, mungkin sudah jadi kehendak yang Kuasa menentukan takdir yang demikian. Tanyalah pada Ridhwan Siregar soal cerita itu.

 

Dia seorang fotografer yang mencoba menceritakan jalan hidupnya sendiri di masa lalu dan di masa kini. Sebagai seorang anak sekaligus bapak bagi anaknya kini. Cukup unik karena Iwan, biasa ia disapa, menceritakannya melalui sebuah buku dan pameran foto bertajuk, Mencari si Amang di Sekolah Dolanan Jalan Dharmawangsa, Jakarta.

 

“Dulu saya pernah tinggalin anak saya karena kerjaan. Dulu ayah saya juga begitu, karena bekerja juga. Bukan karena enggak sayang, tapi dia bekerja sebaik-baiknya,” katanya.

 

 

Iwan bercerita bagaimana dia terpisah dengan keluarga kecilnya. Iwan panggilan akrabnya, tinggal di Jakarta, sedangkan anak dan istrinya di Makassar selama 2010-2013. Ia hanya pulang ke rumah selama sebulan sekali. Sejumlah foto, terutama anaknya yang bernama Messi muncul di sana.

 

Semua gambar tersebut awalnya berasal dari kumpulan foto, dan tidak semua orang bisa memahaminya. Sehingga ia pun menambahkan narasi. Pada awal peluncuran, buku Mencari Si Amang hanya dicetak dalam 13 buah. Angka tersebut diambil bertepatan dengan kepergian mendiang ayah Iwan, Ersa Siregar, jurnalis senior sebuah televisi swasta yang gugur dalam tugas di Aceh. Kemudian, buku tersebut dibagikan kepada kalangan terdekatnya. 

 

 

Hingga kini, buku tersebut memang belum dijual bebas. Saat ini ia akan gencar melakukan pameran dan diskusi. Setelah itu, Iwan pun akan mencoba mencari penerbit buku. “Selama mengerjakan proyek ini, saya dikejutkan dengan berbagai kesadaran yang muncul dalam diri saya. Seolah diingatkan kembali masa-masa ketika baru belajar memotret. Lebih jauh lagi, proyek ini juga juga menjadi refleksi saya dengan amang saya,” ungkap Iwan. 

 

Pada 2013-2014, Iwan meneruskan pendidikan di International Center of Photograpghy, New York. Ia telah berpartisipasi dalam sejumlah pameran, termasuk 'Photography Takes Over-2014' di Upstream Gallery in Hastings on Hudson, dan 'Street Photography' di Jakarta. Proyek mencari Amang merupakan pameran tunggal pertamanya, setelah 14 tahun menekuni dunia fotografi. Pameran masih akan berlangsung hingga 15 Januari 2017.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU