© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Film Pendek Berjuta Makna

26 Jan 2017

Suryati harus gigit jari. Impiannya menikah dengan Suryono kandas lantaran tidak mendapatkan izin dari atasan Suryono yang seorang tentara itu. Alasannya, Suryati masih dianggap keturunan PKI hanya karena memiliki kakek yang ber-KTP eks tahanan politik. Itulah sekilas cerita bermakna dalam film pendek berjudul Izinkan Saya Menikahinya.

 

Cerita yang sangat sederhana namun penuh makna dan nilai sejarah. Hebatnya film itu dibuat oleh sekelompok pelajar SMA Negei 1 Rembang Purbalingga. Film itu juga keluar sebagai Juara I Festival Film Pendek Indonesia (FFPI) 2016 kategori pelajar. Penganugerahannya diberikan di Bentara Budaya Jakarta pekan lalu.

 

 

Ifa Isfansyah, salah satu juri menilai, film Izinkan Saya Menikahinya sarat makna kemanusiaan selain mumpuni secara teknis.  “Kami, juri tidak menyangka, anak SMA bisa kritis mengemas persoalan dalam film,” jelas sutradara bioskop yang berangkat dari komunitas ini.

 

Risa Romantika, salah satu kru film yang terlibat datang mewakili teman-temannya. Risa merasa senang dan bangga dapat berpartisipasi di film yang diproduksi adik-adik kelasnya. Padahal pasca pembuatan film itu pihak sekolah justru membubarkan kegiatan ekstrakurikulernya karena dianggap terlalu sensitif. 

 

 

FFPI adalah sebuah kompetisi film pendek yang diadakan untuk menumbuhkan semangat sineas muda Indonesia dalam mencipta film berkualitas dan kaya akan muatan lokal daerahnya masing-masing. Selama dua tahun penyelenggaraan sebelumnya (2014-2015), keterlibatan peserta tinggi dan menghasilkan karya-karya yang cukup membanggakan.

 

Pada tahun 2016, festival ini khusus mengangkat tema Humanisme yang bertujuan merespons aneka rupa persoalan nyata di masyarakat. Rangkaian festival ini berlangsung sejak Mei 2016 berupa workshop di 10 kota, antara lain Jakarta, Medan, Palembang, Banjarmasin, Gorontalo, Denpasar, Pekalongan, Bandar Lampung, dan Yogyakarta. Kemudian dilanjutkan kompetisi film pendek yang diikuti pelajar setingkat SMA dan mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU