© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Denting Piano yang Menyatukan Indonesia

27 Jan 2017

Petikan piano Ananda Sukarlan berdenting merdu kala pekan lalu ia memainkannya di Plaza Indonesia dalam gelaran acara Jakarta New Year Concert. Acara itu merupakan agenda tahunan yang sudah 11 tahun berjalan sejak kali pertama tampil pada 2006. Ide awalnya acara ini digelar setiap 1 Januari namun karena banyak warga Jakarta yang masih berlibur akhirnya digeser ke pertengahan bulan.

 

Ada yang menarik pada gelaran konser itu tahun ini. Ananda Sukarlan, pianis yang juga mengomandoi acara mengambil tema menarik; Differences Unite. Sebuah tema yang terinspirasi dari beragam kejadian di Tanah Air. Banyak kelompok saling bersitegang. Pertemanan jadi renggang dan tentu saja mengancam persatuan Indonesia. Ananda ingin musik menyatukan itu semua kembali.

 

 

“Perbedaan itu menyatukan. Keseragaman kita adalah keberagaman. Karena kita, saya terutama, melihat situasi akhir-akhir ini yang awalnya teman menjadi tidak berteman, terutama di media sosial. Saya ingin tunjukkan kalau di musik, keberagaman itu justru indah,” kata Ananda

 

Artis-artis yang turut bergabung juga merupakan musisi berbakat.  Mereka di antaranya adalah penyanyi soprano, Mariska Setiawan, hingga dua bersaudara prodigy yang memenangi Ananda Sukarlan Award 2016 untuk kategori Junior dan Elementary, Gabriella Prisca Handoko dan Jesslyn Cheryl Handoko. Sementara, Mariska adalah pemenang kompetisi Tembang Puitik Ananda Sukarlan.

 

 

Sementara itu, Helen Gunadi, pemilik The Grand Piano Signature, yang juga seorang pianis menyatakan dukungannya atas digelarnya Jakarta New Year Concert 2017. “Tapi, ini suatu penyaluran yang bisa kami lakukan untuk kemudian tetap do something, apa yang kami lakukan sebagai pianis. Karena kami berpikir piano bukan sekadar alat musik yang dipajang, apalagi the finest piano,” tuturnya.

 

Piano-piano terbaik yang dibicarakan Helen ditempatkan di sebuah showroom piano, di mana di dalamnya merupakan sebuah galeri dan ruangan konser unik, rumah piano paling eksklusif di Indonesia. Dan dari sekian banyak koleksi tersebut, salah satunya adalah piano Liminal Fazioli, yang di seluruh dunia hanya terdapat 10 piano, dan salah satunya di Indonesia.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU