© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Interaksi Seniman, Karya, dan Penikmat Seninya

21 Feb 2017

Jika ada waktu cobalah kunjungi Gedung A, Galeri Nasional Indonesia. Ada sesuatu yang berbeda di dalamnya. Lampu ruang sengaja diredupkan. Semua pencahayaan akan difokuskan pada karya 13 seniman. Salah satunya karya Adel Pasha yang ia sajikan melalui video. Di sisi kanan, terdapat tulisan bercat merah di atas kanvas yang bertuliskan “Mari kita bersepakat saya membuat karya seni. Karya seni dan anda semua akan berkata ini bagus sekali.” Cukup unik bukan.

 

Itulah gaya sambutan a la seniman yang tergabung dalam pameran seni bertajuk Following. Di bagian tengah ada karya Narpati Awangga atau Oomleo yang dikenal dengan seni grafis pixel art. Menariknya di dekat karya Oomleo ada buah-buahan yang ketika disentuh akan berbunyi. Ada pisang, buah naga, semangka, jeruk, dan lain-lain. 

 

 

Di bagian belakang ruang Gedung A, ada satu ruangan yang merupakan ruang disko. Tanpa pencahayaan terang, seperti lantai dansa, dan suara musik yang nyaring membuat pengunjung yang datang untuk berjoget.

 

Karya seni media baru yang berpameran di antaranya adalah Andang Kelana, Ari Dina Krestiawan, Ari Satria Darma, Gooodit, MG Pringgotono, Adityo Pratomo, Adel Pasha, Adhari Donora, Budi Prakosa, Gelar Agryano Soemantri, Ricky 'Babay' Janitra, Oomleo, dan Mahesa Almeida. 

 

“Eksibisi ini mencoba menempatkan aktivitas pengunjung sebagai sentuhan akhir artistik yang menyempurnakan ke-13 karya dan metode yang dipamerkan,” ujar kurator pameran Mahardika Yudha. 

 

13 seniman seni media yang terlibat pada pameran ini memiliki pengalaman dan perjalanan yang cukup panjang dalam membongkar batas itu. Terutama dalam mengatasi keterbatasan perihal teknis, si narasi teknologis. Metode, sistem, dan tata bahasa yang dipilih oleh mereka akan dihadirkan dalam beragam bentuk informasi yang telah mengalami proses perubahan kode, baik yang dilakukan sendiri oleh seniman, tim kurator, maupun oleh pengunjung pameran nanti.

 

 

Pada akhirnya, pameran ini disajikan tidak untuk memperlihatkan kecanggihan teknologi dan atau siasat seniman sebagai kreator saja, tetapi justru menjadi dialog pembuka bagi keberlangsungan negosiasi siasat produksi dan wacana konten antara seniman dengan masyarakat (pengguna dan pengunjung pameran).

 

Eksibisi berjudul 'Following' masih bisa dilihat hingga 21 Februari mendatang, mulai pukul 10.00-19.00 WIB. 'Following' diselenggarakan atas kerja sama Galeri Nasional Indonesia dengan OK. Video.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU