© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Film Nasional dalam Pentas Plaza Indonesia Film Festival

2 Mar 2017

Setelah sukses pada penyelenggaraan tahun lalu, Plaza Indonesia Film Festival kembali hadir di 2017 ini. Sesuai dengan tema bulan Februari yang kental dengan nuansa cinta, penyelenggara memberikan tajuk, Love Philosophy. Ada tiga Film Indonesia yang masuk dalam PIFF. Tiga film karya anak bangsa itu adalah Salawaku, Ziarah, dan Bukaan 8.

 

General Manager Marketing & Communication PT Plaza Indonesia Reality, Tbk, Zamri Mamat mengatakan timnya sudah mengakurasi film-film yang masuk dalam PIFF, bahkan beberapa film di antaranya telah terkenal di mancanegara. “Kami semakin teliti dalam mengurasi film-film yang akan ditampilkan dalam PIFF karena kami selalu ingin memberikan film-film berkualitas yang sukses di beragam film festival dunia agar dapat dinikmati oleh pecinta film di Indonesia,” ujar Zamri.

 

Selama tiga hari ada enam film yang akan diputar selama gelaran ini berlangsung. Enam film itu adalah The Red Turtle, One Wild Moment, Sing Street, dan tiga film karya anak bangsa yang tentu saja tidak boleh dilewatkan, yakni Salawaku, Ziarah, dan Bukaan 8.

 

Salawaku merupakan film yang bertolak dan masuk nominasi Film Terbaik di Tokyo International Film Festival 2016. Di dalam negeri sendiri. Film ini juga mengukir catatan bagus dengan menjadi nominator film terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) 2016.

 

Tidak hanya itu, film itu juga pernah memenangkan Piala Dewantara untuk kategori Film Panjang Bioskop Terbaik dalam Apresiasi Film Indonesia (AFI) 2016. Prestasi lain termasuk didaulat sebagai film pembuka Jogja-Netpac Asian Film Festival 2016.

 

Karya perdana sutradara Pritagita Arianegara ini memiliki beragam keunggulan. Karena hampur 90% latar yang diambil di tanah Maluku dengan menampilkan keindahan Indonesia Bagian Timut tersebut.

 

 

Film Salawaku berkisah soal perjalanan dua orang berbeda usia, yakni Salawaku dan Saras. Pencarian menjadi kata kunci cerita yang bakal dijabarkan. Film ini berlatar belakang alam Maluku. Pemain yang terlibat dalam film Salawaku yakni Karina Salim, Raihaanun, JFlow, Shafira Umm, Elko Kastanya, dan pemain lokal lainnya.

 

Film kedua yang ikut diputar dalam gelaran Love Philosophy yakni Ziarah. Film ini bercerita soal hidup perempuan berusia senja bernama Sri. Dia berusaha menemukan kuburan suaminya, Prawiro yang dipisahkan karena perang 1948.

 

Dan film ketiga adalah Bukaan 8. Film komedi romantis besutan sutradara Angga Dwimas Sasongko ini menceritakan kisah perjuangan seorang pasangan muda yang menanti kelahiran sang buah hati.

 

Film ini diperankan oleh Chicco Jerikho sebagai Alam dan Lala Karmela sebagai Mia. Dalam film itu, banyak permasalahan yang dihadapi oleh Alam, mulai dari banyaknya hutang karena menutupi gengsi, bahkan kebohongan Alam yang membuat keluarga Mia semakin tidak suka dengan Alam.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU