© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Panggung Desainer Indonesia di Italian Design Day

3 Mar 2017

Apa yang terkenal dari Italia selain spaghetti, pizza, dan sepakbolanya? Tentu saja desain arsitekturnya. Itulah yang mendasari kerjasama pameran desain Italia antaraItalian Trade Agency, Italian Cultural Institute, LAFLO, dan Kedutaan Besar Italia untuk Indonesia. Mereka menyebut agenda ini sebagai Italian Design Day.

 

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengenalan dan pengetahuan lebih mengenai desain yang berkembang di Italia,” kata Dubes Italia, Vittorio Sandalli.

 

Tak sekedar produk fesyen,Italian Design Day juga membawa berbagai sektor penting dalam desain. Pameran ini akan diselenggarakan pada 16 Maret 2017 di LAFLO, Senayan, Jakarta. Di dalam pameran ini, akan disuguhkan karya seni yang tidak biasa dengan konsep Living Italian Design. Sehingga tiap karya seni akan memiliki cerita dan nilai yang berbeda.

 

“Kami melihat ada kesamaan Italia dan Indonesia. Dengan kesamaan itu, kami menggelar pameran dengan memberi perspektif berbeda untuk melihat sebuah cerita dalam suatu karya seni,” ujar kurator pameran sekaligus arsitek, Cosmas Gozali, dalam konferensi pers Italian Design Day, di Instituto Italiano.

 

Acara ini akan memamerkan banyak karya seni dari berbagai bidang seperti konstruksi, otomotif, alas kaki, fesyen dan perhiasan, furnitur, pencahayaan, dan masih banyak lagi. Salah satu desainer asal Italia, Raffaella Mangiarotti dalam kesempatan ini menuturkan karyanya yang akan dipamerkan.

 

“Dandelion lamp, lampu yang berkonsep bunga dengan elemen menyerupai kelopak bunga yang tiap kelopaknya ada lampu kecil berwarna kuning. Setiap objek yang saya buat berdasarkan ide orisinal dengan paduan inovasi,” ujar seniman yang juga berprofesi sebagai arsitek itu.

 

Sementara itu Cosmas Gozali berharap dalam pameran ini para desainer Indonesia dapat memiliki ide kreatif dalam ragam karya seni, yang tidak hanya dapat dipajang tapi juga digunakan. Selain itu, pengaruh dari negara lain, dalam hal ini Italia, bisa meningkatkan sebuah karya yang tidak biasa di dunia manufaktur.

 

“Konsep di balik ini adalah karya seni menjadi sebuah bahasa yang universal untuk menceritakan tradisi dan cerita mengenai Italia. Orang-orang bisa mendapat ide segar dengan memahami hal ini,” ujar Gozali.

 

 

 

 

Kegiatan lainnya yang bisa Anda ikuti adalah Photo Competition dalam tema “My Italian Design” yang bisa dikirimkan sebelum tanggal 10 Maret 2017. Sedangkan acara puncak akan diadakan pada 16 Maret 2017 di LAFLO, Senayan dengan tema “Living Italian Design” yang akan menunjukkan berbagai perkembangan terkini desain diItalia.

 

“Sayang kalau permainan tradisional lama-lama ditinggalkan. Karena kepunahan permainan tradisional ini juga berarti kepunahan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” kata Endi.

 

Endi mengatakan, perhelatan ini bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional Indonesia di kalangan anak-anak melalui orangtuanya. “Kami memperkenalkan kembali permainan tradisional Indonesia ke anak-anak dan ke orang tua. Karena dari orangtua itu akan merambat ke anaknya,” ujarnya.

 

Selain pameran, digelar pula berbagai pelatihan membuat mainan tradisional dan beragam lomba permainan anak, seperti egrang bambu, adu gasing, bakiak, lompat karet, dan kelereng. Malam harinya, terdapat panggung kesenian yang diramaikan oleh berbagai komunitas seni dan perwakilan dari sekolah-sekolah.

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU