© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Belajar dari Italia, Memeluk Modernitas Tanpa Melupakan Budaya Asli

21 Mar 2017

Sejak dulu saat Kekaisaran Romawi masih berkuasa, Italia sudah dikenal oleh seluruh dunia sebagai trendsetter dan pemimpin dalam dunia desain. Ia selalu memproduksi, mengembangkan, dan memperkenalkan desain-desain yang inovatif. Hal itu berlaku juga pada desain perkotaan dan fesyennya.

 

Warisan itulah yang ingin diperkenalkan ke Indonesia melalui Italian Design Day. Atas kerjasama Kedutaan Besar Italia di Jakarta, Italian Cultural Instituto serta Badan Perdagangan Italia, pameran dengan konten desain, arsitektur, dan fesyen a la negeri pizza. Acara itu berlangsung juga atas dukungan LAFLO. Italian Design Day bertujuan untuk mempromosikan semua keunggulan Italia di bidang desain di seluruh dunia.

 

 

Di Jakarta, Italian Design Day dimulai dengan seminar dengan tema "Desain Italia:. Antara Tradisi dan Inovasi". Arsitek Cosmas Gozali dan arsitek Italia Raffaella Mangiarotti didaulat sebagai pembicaranya. Cosmas mengatakan bahwa desain Italia telah berkembang selama ribuan tahun, tetapi mereka tidak pernah kehilangan kontak dengan tradisi seperti yang terlihat di Milano D'Uomo gereja gothic di Milan, yang dibangun pada 1386.

 

Fitur gereja yang sangat berbeda desain tradisional Italia dengan nya tinggi dan pilar runcing. Untuk saat ini, konsep ini masih berpengaruh untuk desain gereja modern di Italia. “Itu sebabnya, desain Italia begitu mudah dikenali dan diidentifikasi karena tanpa terlihat modern mereka selalu menanamkan sesuatu dari akar tradisional mereka,” kata Cosmas.

 

Desainer Indonesia, kata dia, harus belajar dari rekan-rekan Italia tentang bagaimana untuk merangkul modernitas namun pada saat yang sama tetap setia ke akar tradisi sehingga desain memiliki identitas mereka sendiri.

 

“Banyak mahasiswa saya menunjukkan kurangnya minat ketika saya meminta mereka untuk merancang sesuatu menggunakan bahan tradisional Indonesia, seperti rotan atau kayu jati. Mereka mengatakan bahan-bahan membuat desain mereka terlihat tua dan hanya cocok untuk kakek-nenek mereka,” kata Cosmas.

 

 

Cosmas kemudian menunjuk referensi dalam karyanya sebelumnya di ICI di mana ia memasang instalasi replika kantor arsitek dan desainer produk Vico Magistretti. “Saya mengadopsi beberapa unsur tradisional Indonesia ke replika ini. Anda tahu itu adalah kantor Vico ini, namun pada saat yang sama, ada unsur-unsur Indonesia di dalamnya,” katanya.

 

Sementara itu Mangiarotti mengatakan saat Italia berada dalam proses menciptakan. Mereka melakukan yang terbaik untuk menjaga kualitas dan semangat asli dari desain aslinya. Selain seminar, Italia Desain Day di Jakarta juga menampilkan lomba foto dengan tema My Italian Design.

 

Acara ketiga dan terakhir dari Italian Design Day adalah sebuah pameran desain interior yang disebut Living Italia Desain, yang akan membuka di LAFLO di Senayan. Pameran yang dikuratori Cosmas itu akan menampilkan bagaimana gaya hidup Italia telah mempengaruhi masyarakat Indonesia.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU