© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Dunia Tanpa Batas Para Pematung Indonesia

21 Mar 2017

Ada tiga ikan berwarna merah muda yang terbuat dari kawat menggantung dipojok kanan ruangan Gallery Cipta II Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Patung ikan itu dinamai Ikan Masa kini berukuran 30x60x30m karya Slamet Abidin. Ia jadi salah satu yang mencuri perhatian pengunjung saat memasuki ruang pameran Asosiasi Pematung Indonesia (API).

 

Pameran itu mengusung tema, Tanpa Batas dan memamerkan 29 karya patung terbaik dari seniman seperti Agoes Saliem, Agus Widodo, Benny Ronald, Bernauli Pulungan, Budi L. Tobing, Egi Sae, Franky D. Nayoan, Hanung Mahadi, Philips Sambalao, dan Slamet Abidin. Benny Ronald Tahalele mengatakan tema Tanpa Batas dipilih karena terasa hal yang biasa didalam penghayatan kesenian.

 

“Seniman itu kalau sudah merenung, berkhayal, tanpa batas. Sebuah proses kreatif yang sederhana dimulai dengan angan-angan, imajinasi, pikiran-pikiran yang kesemuanya belum berujud nyata. Bisa melanglang buana kemana-mana, ke dimensi apapun dengan tanpa batas,” ungkap Benny yang juga menampilkan sebuah karya patung bernama Hope.

 

Selain karya Benny dan Slamet Abidin patung-patung yang lainnya seperti yang dibuat Hilman Syafriadi tak kalah mencuri perhatian pengunjung. Dia membuat sebuah fosil sepeda yang memiliki filosopi, berkarya dengan memanfaatkan benda-benda temua sebagai upaya mendekatkan diri dengan kehidupan ini pengunjung akan berimajinasi dengan jaman purba namun ia akan tersadar.

 

Atau kita bisa melihat pesan lainnya dari patung karya seniman lainnya misalnya Pramono Pingunggil. Dengan karya sebuah patung dari patung alam yang diukir dua tangan didua bagian berwarna hijau, Pramono menyampaikan menamai karyanya itu Siaga I. Ya bisa dipahami sih, bukan hanya batu semata karena diatasnya bertengger seeokor burung mepati berwarna keemasan.

 

“Menjaga, memelihara dan melestarikan bumi pertiwi adalah bagian dari cinta tanah, agar terjaga keseimbangan alam, seni budaya, sain atau tehnologi dan kultur agama sehingga bersinergi,” pesan Pramono.

 

Selain itu menurutnya pesan lainnya adalah sebagai kekuatan yang utuh dan mampu siaga dalam menjalankan kehidupan berbangsa dan bernergara. Nah, bagi yang penasaran dengan karya-karya pematung lainnya silahkan datang ke Gallery Cipta II Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat, karena pameran ini akan berlangsung hingga 5 April 2017 mendatang.

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU