© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Mempromosikan Keramik Lokal ke Panggung Global

22 Mar 2017

Selama 25 tahun terakhir keramik merupakan salah satu kelompok industri di Indonesia yang dapat diandalkan sebagai penggerak industri nasional. Perkembangan industri keramik seperti tile, tableware, saniter, dan keramik hias telah memberi kontribusi dari sisi kapasitas, perolehan devisa, serta penyerapan tenaga kerja.

 

Itulah yang melatarbelakangi diselenggarakannya pameran bertajuk Keramika 2017 akhir pekan kemarin oleh Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki). Pameran ini bertujuan untuk mempromosikan industri keramik dan pendukungnya serta perkembangan teknologi maupun desain keramik Indonesia ke pasar global.

 

 

Merek terkemuka dari Indonesia yang berpartisipasi di antaranya adalah Arwana, lndogress, KIA, Milan, Mulia, Roman, serta pabrikan genteng berglazur Kanmuri dan keramik sanitair Toto. Selain itu dari industri pendukung hadir nama-nama seperti Anugerah Alam Abadi, Biota Indonesia, Certech Indonesia, Colorobbia Indonesia, Endeka Ceramics, Lamberti Indonesia, Sincoza Jaya, System Indonesia, Terrocid.

 

Ketua Asaki, Elisa Sinaga menyebut, industri keramik di Indonesia berkembang cukup baik. Pengusaha lokal sudah mampu memproduksi keramik dengan desain dan standar kualitas tinggi setara produk yang dihasilkan negara maju. “Industri keramik lokal sudah mampu memenuhi kebutuhan dan selera arsitektur yang terus berkembang,” kata Elisa.

 

Asaki menargetkan Keramika 2017 mampu menarik 50 ribu kunjungan selama berlangsungnya pameran. Elisa optimistis, target jumlah pengunjung itu dapat tercapai mengingat pameran Keramika digelar bersamaan dengan pameran arsitektur, desain interior dan bahan bangunan.

 

Keramika sendiri merupakan satu-satunya pameran industri keramik yang ada di ASEAN. Pertama kali diselenggarakan pada 2011, Elisa menyebut Asaki menggagas Keramika karena didasari pemikiran bahwa industri keramik di Indonesia termasuk 10 besar di dunia. Namun begitu, saat itu hanya Indonesia yang belum memiliki pameran khusus industri keramik. 

 

 

Selain menghadirkan berbagai teknologi dan produk terbaru di industri keramik, pameran Keramika 2017 juga diisi dengan beragam kegiatan bagi bisnis, profesional maupun umum seperti Challenge Award 2017, Exclusive Showcase F. Widayanto, Ceramics Tiling Competition, dan Ceramics Grand Sale.

 

Tidak hanya itu, Keramika 2017 juga menyediakan Aspiring Architects & Interior Designer Tour, yaitu sebuah program yang diperuntukan bagi mahasiswa jurusan arsitektur dan desain interior guna mempersiapkan mereka menjadi profesional di bidangnya.

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU