© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Perayaan Setengah Abad Karikatur Oom Pasikom

20 May 2017

Kompas, media massa terbesar di Indonesia bukan hanya dikenal melalui jargonnya, ‘Amanat Hati Nurani Rakyat’ namun juga dikenal melalui sentilan simbolik kartun. Karya kartun yang telah lama ada dan menemani pembaca Kompas ialah Oom Pasikom. Tentu Anda pernah melihat dan mendengarnya bukan?

Sejak dimuat perdana pada April 1967, sosok berjas tambalan dengan topi pemain golf karya GM Sudarta ini tak pernah luput merespon aneka peristiwa yang terjadi di dalam maupun luar negeri. Oom Pasikom selalu hadir dengan bahasan politik, sosial budaya, hukum, pendidikan, hingga kasus besar korupsi. 

Tak terasa 2017 adalah tahun ke-50 nya bersama harian Kompas. Untuk merayakannya, pameran karikatur Oom Pasikom digelar di Bentara Budaya Jakarta. Gambar-gambar karakter kartun khas Harian Kompas bertema kritik jenaka itu merupakan karya pilihan dari karikaturis GM Sudarta yang selama 50 tahun setia menemani pembaca. 


GM Sudarta yang hadir dalam pembukaan pameran bertajuk 50 Tahun Kesaksian Om Pasikom itu bercerita sedikit soal karyanya. “Kartun itu lebih ke menyampaikan bahwa ada sesuatu, mari kita perbaiki. Mungkin kurang tajam, tapi apakah kita perlu kartun yang tajam? Saya lebih ke membuat orang senyum, senyum kritik,” ucap GM Sudarta.

Selain menghiasi media cetak, karya-karyanya juga diabadikan dalam bentuk buku Kumpulan Kartun (1980), Humor Reformasi (1995), dan, 40 tahun Oom Pasikom (2007). Selama kariernya, GM Sudarta juga pernah meraih Penghargaan Adinegoro pada tahun 1983 dan 1984.

“Bagi mereka yang tidak mengikuti perkembangan politik ekonomi Indonesia lewat tulisan, cukup dengan membuka semua karikatur mas GM, itu udah jelas semua. Sejarah tercatat di situ,” timpal mantan jurnalis Harian Kompas dan mantan Dubes Indonesia untuk Italia, August Parengkuan.

Selain pameran, juga bakal ada sesi diskusi tentang makna 50 tahun kehadiran Oom Pasikom. Hadir sebagai pembicara, sastrawan senior Seno Gumira Ajidarma, budayawan Mudji Sutrisno, dan wartawan Harian Kompas Trias Kuncahyono. 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU