© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pameran dan Pasar Seni Art Sampoerna 2017

29 May 2017

Masih ingatkah Anda dengan seniman Ichwan Noor yang dikenal sebagai ‘penggulung’ bodi mobil VW. Karya dulu selalu jadi daya tari pada pameran bergenre tiga dimensi. Di pameran bersama Art Sampoena 2017 dengan tajuk Flow Into Now, Ichwan kembali hadir. Namun kali ini dia membuat jerohan mobil yakni potongan mesin yang dirangkai.

Karya berjudul Blue Moon ini juga terpajang di luar ruangan menemani karya Rizal Kedthes.Dia membuat buku raksasa dari granit yang diletakkan di rerumputan di area belakang The Atrium Sampoerna Strategic, Jakarta, cakil dipuji: Buto Cakil Pejantan Tangguh. 

Bagi orang Jawa, Buto Cakil adalah tokoh wayang yang selalu hadir menghadang jalan dan menghalangi para ksatria. Ia tokoh antagonis yang berada di sisi kebatilan. Buku itu dipajang di situ bersama ‘buku’ lainnya seperti 1001 dhandhanggulo, Mimi lan Minthuna, menyatu dalam karya berjudul Pustakauini karya karya Rizal.

Dua seniman itu merupakan sedikit dari 49 seniman yang terlibat dalam Art Sampoerna 2017. Nama-nama seperti A.A Manguputra, Dolorosa Sinaga, Hanafi, Heri Dono, dan Nyoman Erawan turut andil. Seniman-seniman muda yang sudah mewarnai seni di Indonesia atau luar negeri maupun baru merambah dunia seni juga tak mau kalah.

Selain karya instalasi, puluhan karya mulai dari lukisan, patung, karya arsitektur atau fashion, fotografi pun pun ikut dipajang dalam pameran. “Konsepnya memang pameran dan pasar seni, di sini kami mengundang senimannya memilih karya mereka. Sedangkan galeri mendukung di belakangnya,” ujar kurator pameran, Rizky A. Zaelani. Dengan konsep ini, kurator bisa menempatkan karya lebih menarik.

Dari karya yang dipamerkan pengunjung tak hanya bisa menikmati bentuk dan warna. Mereka juga bisa menambah interaksi dengan realitas. Seperti saat melihat karya Panca D.Z yang membuat aplikasi burung dan bunga pada pad yang diarahkan ke karya lukisan di dinding. Karya yang sama dengan yang dipamerkan dalam pameran Wimba Kala. Pengunjung pameran juga bisa mendengarkan bunyi yang disajikan ruang arsitektur karya Marcello Sidharta dan Riefky Sutedja, dalam instalasi ruang bercat hijau yang hanya berisi beberapa bangku kotak itu.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU