© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Mengingat Sang Pencipta Lewat Sentuhan Seni Kaligrafi

18 Jun 2017

Hiburan apa yang menyenangkan dinikmati selama bulan Ramadhan? Kalau Anda masih bingung, cobalah mampir ke pameran seni kaligrafi bertajuk Tafakur digelar di Galeri Cipta II, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta Pusat.


Pameran yang terselenggara atas kerja sama Program Studi Seni Murni Fakultas Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (IKJ) dan Lembaga Kaligrafi Alquran (Lemka) itu menghadirkan karya-karya seni kaligrafi dari 35 perupa. Seniman-seniman tersebut berasal dari IKJ, Lemka, dan Noqtah.

Pameran itu mengambil tajuk Tafakur, yang berarti berpikir dan mengingat Allah. Para perupa tersebut merespons hal tersebut dengan kaligrafi melalui berbagai medium, figural, ekspresif, abstraksi, hingga kontemporer. 

 

Dalam pameran tersebut, pengunjung disuguhi lukisan-lukisan kaligrafi yang berbeda dari biasanya. Ada lukisan kaligrafi yang menggunakan simbol-simbol alam di dalamnya, kemudian ada pula yang menggunakan pendekatan modern.


Salah satunya terlihat pada karya Oky Arfie, Tadabur (cat akrilik di atas kanvas, 300 x 100 cm, 2017). Lukisan itu itu menampilkan petikan ayat suci Al Quran dengan sentuhan penuh warna. Kemudian pada bagian lainnya, pengunjung bakal disodorkan lukisan kaligrafi berjudul Lailahailaallah (cat akrilik di atas kanvas, 2010) karya Mazini Ichsan.

Menampilkan hamparan padang rumput berbunga dan beberapa ranting pohoh, lukisan itu menyelipkan kata-kata Allah dan kutipan ayat suci Al Quran. Ketua Lemka Dudub ‘Didin’ Sirojudin mengatakan kaligrafi dalam pameran ini memiliki beragam gaya yaitu naskhi, tsuluts, farisi, diwani, diwani jali, riq’ah, dan pola-pola kontemporer.


Perjalanan kaligrafi, tambahnya, adalah perjalanan mencari gaya-gaya sehingga lahirlah ratusan mazhab huruf yang mengembangkan pula turunannya. “Pameran di TIM ini sangat sesuai untuk menguatkan bahkan menggedor kesadaran budaya para kaligrafer Indonesia agar terus beruji coba melahirkan gaya kaligrafi kontemporer,” tulis Didin. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU