© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Bersantailah Sedikit dengan Pandangan Agama

4 Aug 2017

Apa yang ingin Anda tanyakan pada malaikat bila mendapatkan sebuah kesempatan untuk bertemu dengannya? Rasanya hal yang mustahil bila pertemuan itu benar-benar ada. Namun itulah ide segar yang digunakan untuk meramaikan pameran Bukan Perawan Maria di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki Jakarta.

Sebuah karya seni instalasi memaksa pengunjung untuk sedikit berimajinasi manakala harus bertemu malaikat. Mengapa malaikat? Karena ia adalah bagian dari mitologi yang diciptakan agama dan dipercaya oleh penganutnya. Pameran seni rupa itu memang mengkritisi secara halus mengenai dogma agama yang suci. 

Perawan Maria tentu bukanlah terminilogi asing bagi penganut agama samawi, khususnya umat Kristen. Maria merupakan simbolisasi kesucian seorang perempuan yang dipilih untuk melahirkan bayi kudus tanpa noda. Bukan Perawan Maria juga menjadi cara untuk meluncurkan kumpulan cerita pendek karya Feby Indirani yang diberi judul sama dengan tajuk pameran.

Ada tujuh seniman yang turut berperan dalam pameran tersebut. Masing-masing karya mereka mewakili setiap cerita yang tertuang di buku itu. Semua cerita itu berujung pada tawaran pada publik untuk bersikap lebih santai terhadap berbagai kepercayaan yang hidup dalam keberagaman di sekitar kita. 

“Kita semua di sini dibantu oleh tujuh seniman yang semuanya teman. Mereka memberi respon positif terhadap karya Feby,” kata Hikmat Darmawan, kurator pameran.

Feby dan Hikmat mengakui lewat pameran ini mereka ingin mendorong gerakan Relaksasi Beragama agar orang-orang yang terbiasa di rutinitas agama bisa mencoba untuk lebih rileks dan berempati dalam menghadapi pihak lain yang beda paham. Rencananya pameran ini juga akan dibuka di daerah lain melihat responnya yang sangat positif. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU