© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Duet Seni Rupa Kemerdekaan A la Sohieb dan Roso

22 Aug 2017

Tahun ini perayaan hari kemerdekaan Indonesia memang terasa sangat spesial. Untuk kali pertama mantan presiden dan wakil presiden hadir secara lengkap dalam upacara negara pada 17 Agustus lalu di Istana Negara. Peristiwa itu secara tak sengaja mirip dengan tema pameran yang diselenggaarakan Universitas Muhammadiyaj Prof. Dr. Hamkan (Uhamka).

Mereka memberi tajuk 72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI pada pameran yang diselenggarakan di Epiwalk, Epicentrum Jakarta. Pameran kali cukup menarik, karena menampilkan 80 lukisan realis-ekspresif berteknik palet. Objek yang ditampilkan adalah 72 tokoh Indonesia, tujuh Presiden RI, dan satu masterpiece pameran yang berjudul “Obrolan 7 Presiden” –Presiden RI I - VII dalam suasana mengobrol santai, di atas satu lembar kanvas berukuran 300 cm X 500 cm.

Seremonial pembukaan pameran diselingi dengan peluncuran buku, dan dimeriahkan dengan kumandang lagu-lagu cinta Indonesia yang dimainkan oleh band Blackout. Seluruh lukisan itu merupakan karya Sohieb Toyaroja. Menariknya, setiap lukisan dilengkapi dengan kisah istimewa tokohnya, ditulis oleh Roso Daras, yang kemudian dikemas menjadi buku setebal 953 halaman yang diberi judul “Perjuangan Menjadi Indonesia Bukan Darah Sia-sia”.

“Ini merupakan salah satu ekspresi dari rasa cinta dan peduli kami terhadap Indonesia yang dulu, yang sekarang, dan yang akan datang. Kami berharap para pihak dapat bergabung dalam event ini,” kata Rektor Uhamka Prof Dr Suyatno.

Lily Wahid, adik kandung Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid, pun mengaku bangga dengan cara yang dilakukan oleh Uhamka. “Sejarah kebangsaan kita tidak boleh terputus. Dari sini bisa dipahami, bahwa Uhamka menunjukkan komitmen dan tekad menjaga keberlanjutan perjalanan berbangsa dan bernegara,” kata cucu KH Hasyim Asy’ari itu di tengah acara.

Merwan Yusuf, pengamat senirupa dan kurator alumnus Ecole Nationale Superieur des Beaux Arts Paris, menyebut Pameran Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” sebagai langkah besar yang membanggakan sejarah senirupa di Indonesia. “Hanya ada dua pelukis yang seperti ini, yaitu Affandi dan Sohieb. Namun baru kali ini saya menyaksikannya gagasan dan penyajian pameran lukisan yang seperti ini. Luar biasa,” katanya.

Pameran Lukisan “72 Tokoh Indonesia & 7 Presiden RI” menyita area seluas 1.800 meter persegi. Ketua Panitia, Ali Akbar, berharap pada tahun berikutnya Sohieb Toyaroja dan Roso Daras dapat bersinergi lagi dalam karya lukis dan tulis dengan menampilkan 73 Tokoh Indonesia di luar 72 tokoh yang telah ditampilkan saat ini. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU