© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Nyoman Gunarsa, Setelah 60 Tahun Bergelut di Ruang Rupa

22 Aug 2017

Nama besar perupa Nyoman Gunarsa tidak bisa diragukan lagi. Semangatnya untuk terus berkarya seakan tidak pernah pudar meskipun sudah enam kali terserang stroke. Nyoman selalu memiliki energi lebih. Terbukti ketika sejumlah master piece masih terus muncul di saat usianya mendekati kepala tujuh.

Saat ini bukti kekuatan pelukis asal Klungkung, Bali, itu kini dipamerkan di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Pameran bertajuk '60 Tahun Nyoman Gunarsa Berkarya, Ode Bagi Negeri' yang terbuka gratis bagi publik di Ibu Kota. Lukisan yang dipamerkan sekaligus menunjukkan fase perjalanan hidupnya sebagai seorang pelukis.

Setidaknya ada empat fase Nyoman Gunarsa dalam melukis, sejak usia sekitar 13 tahun hingga kini berusia 73 tahun. Keempat fase itu adalah fase studi, fase persembahan, fase wayang, dan fase moksa.

Dua karya lukis 'raksasa' Nyoman Gunarsa bisa ditemui yaitu lukisan yang diberi judul Jokowi Mendalang dan lukisan berjudul Upacara Ngeruwat Tumpek Wayang. Lukisan berjudul Jokowi di atas kanvas berukuran 390 cm x 290 cm, sedangkan lukisan Ngeruwat di atas kanvas berukuran 430 cm x 290 cm.

Nyoman sempat menangis saat memberikan sambutan setelah Iphong Purnama Sidhi, mahasiswa Nyoman yang juga kurator dalam pemeran tersebut, menyampaikan kenangannya menjadi mahasiswa dan juga interaksinya bersama sang maestro.

Dia menangis ketika mengingat perjuangannya dalam mengembangkan seni rupa, saat mendidik para mahasiswa di Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI), sekarang menjadi Institut Seni Indonesia Yogyakarta.

Sementara itu Agus Sudibyo, penggagas pameran, mengatakan, masih ada beberapa lukisan berukuran raksasa yang tidak bisa dipajang dalam pameran itu. “Ada lukisan berukuran 6 x 3 meter persegi yang tidak dibawa karena tempatnya tidak memungkinkan,” ujar Agus. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU