© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Mengenang Seniman Betawi Benyamin Sueb

23 Sep 2017

Siapa yang tak kenal dengan nama besar legenda seni betawi, Benyamin Suaeb. Ia merupakan legenda di dunia perfilman dan seni tarik suara Indonesia. Karya-karyanya tak lekang oleh zaman dan masih bisa kita nikmati sampai sekarang. Misalnya lagu Hujan Gerimis dan Bang di Sini Aje Bang.

Apa yang bisa dilakukan untuk mengenangnya? Teater Abang None (Abnon) menggelar sebuah konser teatrikal berjudul “Babe, Muka Kampung Rejeki Kota” yang mengangkat kisah perjalanan hidup Benyamin Sueb di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta pada akhir pekan lalu. 

“Dikenal sebagai sosok yang kocak, lewat karyanya baik musik, film, dan panggung pertunjukan, Benyamin adalah salah satu tokoh yang berjasa mengangkat gambang kromong lebih dikenal dan didengar hingga saat ini,” jelas Maudy Koesnaedi, produser acara.
 

Karena alasan tersebut, Teater Abnon memilih konsep teatrikal dengan mengaransemen lagu-lagu yang pernah dipopulerkan oleh Benyamin menggunakan orkestra berkolaborasi dengan gambang kromong. Lebih dari 30 lagu yang pernah populer mengiringi perjalanan karier seniman legendaris tersebut diaransemen ulang oleh Ifa Fachir, sang penata musik. 

Konser ini juga dimeriahkan oleh Indra Bekti, Tommy Tjokro, Astry Ovie, dan Abang-None Jakarta lainnya. Renitasari Adrian, Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation mengatakan, keterlibatan Teater Abang None dalam mementaskan konser teatrikal untuk Benyamin Sueb merupakan bentuk kontribusi positif dalam melestarikan, mengembangkan serta meningkatkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

“Melalui pertunjukan ini, kami berharap bahwa kami dapat menyampaikan semangat kegembiraan dan sifat positif Benyamin sebagai tokoh yang akan selalu kita kenang,” pungkas Renitasari. 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU