© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kombinasi Seni Patung Konvensional dan Gaya Baru

25 Sep 2017

Ada 46 patung dipamerkan dalam pameran bersama di Galeri Nasional. Skala jadi tajuk yang digunakan dalam pameran itu. Tubagus Sukmana, Kepala Galeri Nasional mengatakan bahwa ini merupakan ketiga kalinya pameran diselenggarakan. Lalu apa yang membedakannya dengan dua pameran sebelumnya?

Menurut Tubagus, kurator Rizki A. Zaelani dan Asikin Hasan memanfaatkan jeda tiga tahun untuk memotret dan merekam fenomena yang tejadi dengan segala perkembangan yang muncul, tetapi tetap terkait dengan dua pameran sebelumnya. “Seluruh karya menunjukkan berbagai medium ekspresi, termasuk mengolah medium menjadi karya yang mempunyai pesan sendiri,” tuturnya. 

Salah satu kurator, Rizki Zaelani mengatakan pada pameran pertama, tema yang diangkat adalah Ekspansi mengenai ledakan orang membuat karya tiga dimensi. “Saat itu semua pembuat diundang, ada 120, pelukis juga tidak terbatas pematung. Tradisi seni patung berkembang dikerjakan oleh siapa saja,” ujar dia.

Selanjutnya pada pameran kedua bertajuk Versi kembali yang ditampilkan karya 80 pematung konvensional, hanya tradisi yang dimiliki masing-masing berbeda. Pameran Skala, kata Rizki, berusaha menggabungkan kedua pameran sebelumnya, yakni menghadirkan karya pematung konvensional serta pematung yang menggunakan pendekatan baru. 

Tema yang yang digagasnya untuk pameran kali ini bergerak dari persoalan penguatan kembali aspek keterampilan dalam tradisi seni patung yang digagas pada pameran sebelumnya. Tema Skala juga tidak terbatas pada persoalan cara seseorang mengukur dan membandingkan jarak bentuk secara fisik, melainkan soal mengartikulasikan makna dari pokok-pokok masalah secara mental serta konseptual. 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU