© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pesan Inklusi dari Para Penari

30 Sep 2017

Ada yang menarik saat akhir pekan kemarin di arena Teater Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Hari itu, sebuah pagelaran Gala Balet Indonesia ke 2 kembali dilaksanakan. Pentas balet kali ini lain daripada yang lain. Para penari bakal berkolaborasi dengan penyandang difabel. Mengapa demikian?

Seperti nama tema yang diangkat, An Inclusive Dance Event atau Kesetaraan Menari Untuk Semua Manusia Tanpa Batas, ada pesan khusus yang ingin disampaikan para penari yang berasal dari dalam dan luar negeri. 

“Intinya sih kita pengen banget meningkatkan kesadaran masyarakat akan kondisi teman-teman difabel yang ada di Indonesia melalui seni tari karena memang background kita seni tari tujuan utamanya itu sih,” ujar Mariska Febriyani selaku pendiri dan penari profesional ballet.id

Sedari siang ratusan pengunjung telah memadati arena pertunjukan. Sesaat setelah sambutan pembawa acara berakhir, tirai terbuka. Tak lama, terdengar suara seorang anak menyapa penonton. “Hai penonton, saya ingin bernyanyi,” kata seorang anak yang tengah berada di kursi roda sembari ke tengah panggung.

Sesaat suasana panggung langsung meriah dengan kehadiran 8 disabilitas dari Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) dan sejumlah penari dari EKI Dance Company menyanyikan lagu tradisional Jakarta bertajuk Kicir-Kicir. 

Suara merdu yang berpadu dengan tarian indah tersebut langsung disambut tepuk tangan meriah dari penonton yang memadati gedung pertunjukan. Sebanyak tiga lagu tradisional dinyanyikan oleh mereka yang dipadukan dengan tarian. Sembari mendorong kursi roda para disabilitas, penari tersebut membuat gerakan-gerakan indah yang berpadu nyaris sempurna di atas panggung.

Apresiasi terus diberikan penonton yang sebagian juga adalah penyandang disabilitas. Sebuah perpaduan unik sekaligus pembuktian jika para disabilitas bisa setara di atas panggung. “Dan pengen banget memberikan kesempatan yang setara buat temen-temen difabel untuk berkarya dan bisa tampil di panggung dengan penari-penari lokal dan international,” lanjutnya. 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU