© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Tiga Warisan Nusantara dalam Satu Panggung Pameran

27 Nov 2017

Batik sudah menjadi warisan dunia dan diakui oleh organisasi dunia UNESCO. Sedangkan tenun meski ada di beberapa negara, namun tenun Indonesia memiliki ciri khas tersendiri. Begitu juga dengan mutiara yang berasal dari Lombok. Sangat terkenal keindahan dan nilainya.

Bagaimana bila ketiga warisan nusantara itu dikombinasi dalam satu pameran. Ya, gelaran pameran wasiat agung nusantara (Warisan) kembali diadakan untuk kedua kalinya. Selama empat hari penyelenggarannya di Jakarta Convention Center kemarin, Warisan sukses menyedot banyak pengunjung. 

Pameran ini bukan sekadar pameran produk seni dan kerajinan semata, yang berbeda, produk yang dipamerkan harus melalui proses kurasi yang timnya terdiri dari pakar-pakar dibidangnya yaitu Dudung Alie Syahbana (Kurator Batik), Komarudin Kudiya (Kurator Batik), Romi Okta Birawa (Kurator Batik), Koestriastuti (Kurator Tenun), dan Ratna Zhuhry (Kurator Mutiara).

Dengan tema Citra Bahtera Nusantara, ajang ini bertujuan untuk memberi apresiasi pada perajin batik, tenun, dan mutiara. “Tentu banyak kain nusantara salah satunya batik. Menghargai karya perajin dengan menggunakan batik tulis asli bukan printing atau cetakan, cetakan sama saja dengan memakai spanduk. Apa bedanya,” tukas Kurator Batik Dudung Alie Syahbana. 

Pameran Warisan menampilkan 126 stand dengan produk batik, tenun, dan mutiara berkelas dan otentik. Batik yang akan ditampilkan hanya batik dengan penggunaan malam panas 100 persen dengan aplikasi batik tulis, batik cap, atau batik kombinasi. “Kalau tenun yang dihadirkan yaitu tenun Nusa Tenggara Timur dan tenun songket yang mewah dari Palembang,” kata Kurator Tenun Koestriastuti.

Begitu pula mutiara air laut yang ditampilkan nanti adalah mutiara asli dan tersertifikasi. Selain menjadi ajang apresiasi, tentu setiap pameran bisa menjadi sarana bagi ajang promosi bagi para perajin. “Kami berupaya pula untuk meningkatkan keberlangsungan karya seni batik, tenun, dan mutiara. Untuk mempertahankan budaya warisan leluhur, asli Indonesia,” ujar Koestriastuti. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU