© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Dialog Kebudayaan Indonesia-Meksiko dalam Geographies

11 Dec 2017

Kerjasama dalam bidang seni antara dua negara terjalin kembali di negeri ini. Kali ini Kedutaan besar Meksiko bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia melalui Galeri Nasional Indonesia, menyelenggarakan pameran bertajuk Geographies, sebuah pameran yang mewakili seni kontemporer Meksiko.

Ada empat seniman kenamaan Meksiko yang akan tampil dalam panggung tersebut. Betsabeé Romero, Maria José de la Macorra, Enrique Rosas, dan Alfredo de Stefano. Mereka akan berkolaborasi dalam Geographies. Pameran seni kontemporer yang menyajikan lanskap serta realitas personal Meksiko dalam karya instalasi, seni digital, dan fotografi. 

Para seniman Meksiko itu akan membawa pengunjung melintasi berbagai dimensi ekspresi seni Meksiko dalam kerangka konseptual geografis. Warna-warna alam yang kontras diberi nuansa artistik, seperti warna pasir hingga lanskap laut yang terkesan futuristik. Dialog kebudayaan antara Meksiko dan Indonesia melalui pameran ini kian mempererat hubungan diplomasi antar kedua negara.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus ‘Andre’ Sukmana menuturkan antusiasmenya dalam acara pembukaan pameran Geographies. Menurutnya, ini bukan pertama kalinya Indonesia bekerja sama dalam dialog artistik dengan Meksiko. 

“Kami punya kesempatan kerja sama dengan Meksiko sekitar empat kali. Kali ini Indonesia mendapat kesempatan untuk menyaksikan karya-karya dari empat seniman kontemporer Meksiko,” ujarnya.

Duta Besar Meksiko untuk Indonesia, Federico Salas juga turut menyampaikan semangatnya dalam penyelenggaraan pameran. Para seniman yang berpartisipasi memiliki talenta besar dalam menuangkan lanskap serta kenyataan pribadi Meksiko saat ini. 

“Karya para seniman ini akan membawa masyarakat Indonesia menjadi lebih dekat ke beberapa pelopor ekspresi seni Meksiko. Ini akan terus meningkatkan pemahaman timbal balik kita melalui bahasa seni universal,” jelas Federico.

Pameran tersebut dibuka hingga 11 Desember 2017 mendatang ini bisa dinikmati di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta Pusat. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU