© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Lanskap Kota Asal Tiga Seniman Kontemporer

11 Dec 2017

Mark Schdroski, Glenda Sutardy, dan Abenk Alter adalahtga seniman yang ingin menampilkan lanskap tentanga apapun yang terjadi pada tempat tinggal mereka. Tema itu sepertinya sengaja dipilih untuk membuat pameran bersama dengan tajuk Place of Belonging sebagai penutup tahun 2017 di RUCI Art Space.

Lima belas tahun yang lalu, Mark Schdroski asal Swiss pindah ke Hong Kong dan mendirikan studio pribadinya. Dia memiliki interpretasi sendiri tentang domisili yang padat penduduk dan memiliki bangunan-bangunan tinggi. 

Sementara itu Glenda Sutardy yang kini tinggal di Jepang merasakan tak bisa lagi melihat bintang-bintang seperti saat ia berdomisili di Australia. Lain lagi dengan Abenk Alter asal Jakarta.

Seniman yang kerap menggunakan empat warna berbeda dari kuning, merah, hijau, dan biru itu melakukan pencarian jati diri dari kariernya di bidang musik dan kini fokus terhadap visual.

“Place of Belonging itu bagaimana landscape mempengaruhi para seniman untuk bekeja, bukan hanya dari lingkungan tapi juga kotanya sendiri,” ujar Direktur Ruci Art Space, Melin Merril. 

Karya ketiga senimannya dipajang di atas Ruci Joint's. Dari pintu masuk, lukisan berskala 84 x 84 sentimeter karya Glenda Sutardy menyapa pengunjung. Karya Glenda memakai campuran pigmen alam, dicampur dengan teknik dan eksplorasi medium yang terus berubah.

Mark Schdroski mengeksplorasi lanskap Hong Kong dalam lukisan-lukisan abstrak. "Dia mampu mengabstrakkan bentuk-bentuk yang ada di sekelilingnya," ujar Melin. Sedangkan Abenk menampilkan serangkaian seri berjudul 'The Birth of Magic' yang berkaitan dengan kiprahnya di dunia musik. Penasaran seperti apa karya ketiganya? 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU