© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Melihat Sisi Indah dari Jakarta yang Kacau

18 Dec 2017

Membicarakan Jakarta tidak akan pernah ada habisnya. Gesekan sosial yang didorong kepentingan politik praktis dan ekonomi menjadi penyebab utama Jakarta sempat mendapatkan julukan kota yang lebih kejam dari ibu tiri. Namun sumber inspirasi Jakarta bagi seniman pun tak pernah ada habisnya. Bahkan ketika keruwetan dan hidup yang semrawut diubah menjadi salah satu sisi keindahan.
 

Rasanya itulah yang coba disampaikan Forum Pengajar Program Studi Seni Murni di IKJ ketika menggelar pameran bersama dengan tajuk, Jakarta Distract di Galeri Cipta II, TIM. Pameran ini menampilkan beragam pandangan pelaku seni dalam melihat lingkungan dan realitas sosial budaya Jakarta.

Terdapat 16 karya yang ditampilkan dalam pameran ini. Beberapa dari karya tersebut dilengkapi dengan penjelasan yang sangat deskriptif, sehinggal para pengunjung dapat memahami arti dari karya tersebut. Salah satunya sebuah boks seng berwarna kuning yang mengeluarkan bunyi klakson mobil dan bisingnya kendaraan.


Boks tersebut menggambarkan proyek pembangunan kota yang tak kunjung selesai dan dikeluhkan warga karena jalanan semakin menyempit bahkan ditutup dan dialihkan. Ada juga karya foto kemacetan Jakarta yang dikelilingi banyak putung semut berjejer di dinding. Karya tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Jakarta yang semrawut seperti semut.

Forum studi ini menemukan kaitan antara realitas sosial budaya Jakarta sebagai budaya urban dalam fakta kesenian yang dipandang sebagai Jakarta Distract. Sebuah karya berjudul karya Tak Berarti, menyampaikan gagasan Jakarta menggelembung dalam artefak industri dan arus informasi yang justru menjadi limbah kehidupan, sehingga limbah tersebut melekat dan bermetamorfosa menjadi fashion limbah yang diartikulasikan dalam kehidupan dan perilaku masyarakat.


Sementara itu, karya perupa Fachriza Jayadimansyah berjudul Doa Menjelang Tidur menggambarkan urbanisasi yang masif. Motif ekonomi menjadi biang keladinya untuk menempatkan kota sebagai acuan untuk meraih sukses. Impian dan haraoan menjadi penyemangat untuk meraih cita-cita. Di saat yang bersamaan muncul masalah identitas masyarakat sebagai perilaku distract.


Persoalan identitas juga disinggung dalam karya Jimmy Ivan Suhendro yang berjudul Supporter. Karya tersebut menggambarkan kumpulan individu yang membentuk massa dalam jumlah yang sangat besar. Saat berada dalam kerumunan, identitas personal menjadi luntur berganti menjadi spirit yang luar biasa.

Fakultas Seni Rupa IKJ mengharapkan, pameran seni rupa ini mampu memberikan pencerahan, bahwa sebuah karya bukan hanya menjadi ungkapan perupa, tapi juga menjadi sebuah bahan riset dan pengembangan.


Sesuai dengan kalimat yang pernah diungkapkan Nelson Goodman, tujuan seni adalah pemahaman itu sendiri, bukan pengukuhan keyakinan, melainkan pengertian yang terus berkembang, dan tidak akan pernah berakhir. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU