© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kolaborasi Dua Kutub yang Tak Kunjung Padam

12 Jan 2018

Apa yang terjadi jika dua kutub magnet didekatkan? Prinsip alami akan membuatnya saling menolak karena memang demikanlah hukumnya. Namun hukum alam itu tak berlaku bagi dua sosok perupa yang masing-masing disimbolkan sebagai kutub utara dan kutub selatan. Ya, mereka adalah Masdibyo dan Gigih Wiyono.


Kedua perupa ini tak pernah berselisih paham meskipun memiliki latar belakang geografis dan pendidikan seni rupa yang berbeda. Masdibyo dan Gigih sudah saling mengenal sejak awal dekade 1990-an dan sudah menggelar pameran kolektif dua kali sebelumnya.

Dan kali ini untuk ketiga kalinya mereka kembali berkolaborasi dengan tajuk yang sama, pameran seni Dua Kutub di Galeri Nasional Jakarta. “Ini yang ketiga kalinya. Di tahun 2012, kami pameran bersama di Bandung kemudian awal 2017 di Surabaya, dan 'Dua Kutub' yang ketiga di awal 2018 ya di Jakarta,” ujar Masdibyo.


Jebolan IKIP Surabaya itu mengatakan meski sudah tiga kali terselenggara, keduanya tetap memamerkan karya sesuai dengan ciri khasnya masing-masing. Hanya ada satu benang merah, yakni kritik terhadap isu sosial dan politik yang terjadi di Indonesia.


“Kegelisahan kami itu sama, yang kami rasakan juga sama, cuma karena letak geografis yang berbeda kemudian kami melahirkan karya yang berbeda,” ujar Masdibyo.

Kegelisan yang dimaksud Masdibyo terlihat dalam beberapa lukisan yang dipajang. Misalnya saja lukisan, Masdibyo Aku Kapok!! (Menangkap Koruptor), seri lukisan Koruptor Dibuang ke Laut Diadili Ikan Laut Dalam yang memuat gambar tahanan KPK mengenakan rompi oranye yang tengah digigit ikan, seri Malima, dan lain-lain.


Gigih Wiyono pun tak ketinggalan hadir lewat kritik Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia yang berada di ruang depan Galeri Nasional Indonesia. “Seri lukisan itu kegelisahan saya. Keadilan yang mana, buat siapa, orang kaya makin kaya, miskin makin miskin, lulus kuliah bekerja tidak sesuai disiplin ilmunya. Keadilan hanya bisa dicapai dengan kemakmuran, tanpa kemakmuran tidak bisa bicara soal keadilan,” tutup Gigih.


Pameran seni Dua Kutub berlangsung mulai 10-21 Januari 2018 di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia, Jakarta. 

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU