© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Mengenal Hitam Putihnya Kota Tohoku

24 Jan 2018

Tohoku. Nama itu dikenal sebagai wilayah yang terletak di sisi timur laut pulau Honshu, Jepang. Cuacanya cenderung dingin. Meski begitu, Tohoku tetap menyimpan keindahan alam yang begitu banyak seperti gunung, hutan, sungai, dan lautan. Di era Jomon, yang disebut dalam mitologi Jepang sebagai era terbentuknya negara Jepang, Tohoku disebut sebagai wilayah pusat terjadinya aktivitas spiritual.
 

Tercatat juga bahwa kerajinan tangan tembikar sudah berkembang di Tohoku sejak 15.000 tahun yang lalu. Sayangnya, sejak kegiatan politik Jepang dipusatkan di Nara dan Kyoto pada tahun 1800an, Tohoku jadi dianggap sebagai daerah terbelakang. Namun inilah yang menarik minat para fotografer ketika berburu gambar.

Dalam kurun waktu 1940 sampai 2010, para fotografer menjadikan lokasi ini sebagai salah satu titik favorit. Sudah ratusan atau bahkan ribuan karya foto yang lahir dari sana. Sebagian dari karya tersebut kini dipamerkan dalam pameran fotografi bertajuk Tohoku Through The Eyes of Japanese Photographers di Bentara Budaya Jakarta.


Adalah Japan Foundation yang mendorong pameran tersebut sebagai bagian dari perayaan 60 tahun kerjasama Indonesia-Jepang. Dikuratori oleh Kotaro Iizawa, hasil jepretan karya sembilan fotogarafer perorangan dan satu kelompok fotografer.

“Setiap fotografer menggambarkan Tohoku dari banyak sisi. Taisuke Chiba dan Ichiro Kojima dari tahun 1950 sampai 1960an, Hideo Haga, Masatoshi Naito, dan Masaru Tatsuki yang mengabadikan festival dan ritual kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Sedangkan Hiroshi Oshima dan Naoya Hatakeyama menggabungkan pengalaman pribadi dengan pemandangan sekitarnya. Nao Tsuda mengumpulkan sisia relik era Jomon, dan lain-lain. Setelah digelar pada 22-30 Januari di Bentara Budaya Jakarta, pameran akan dilanjutkan ke Orasis Art Gallery Surabaya pada 9-31 Maret 2018. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU