© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Sebuah Pesan dari Fauna yang Hampir Punah

24 Jan 2018

Indonesia negeri yang bukan hanya kaya ragam flora namun juga kaya akan fauna. Salah satu yang masih ada namun jumlahnya semakin sedikit adalah badak. Di dunia ini hanya ada lima jenis badak. Dua di antaranya ada di Indonesia, badak Jawa dan Sumatera. Dari dua itu, ternyata badak Sumatera merupakan spesies yang paling terancam dengan jumlah populasi diperkirakan kurang dari 100 ekor akibat perubahan fungsi hutan dan perburuan.


Kampanye yang intensif dilakukan terus menerus agar publik semakin sadar bahwa keberadaan badak bagaikan harta karun. Sebagai pemiliknya, kita wajib menjaganya. Salah satu bentuk kampanye itu tertuang dalam pameran seni dengan tajuk, Pameran Seni Badak Sumatera: Harta Karun Tersembunyi Indonesia di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, akhir pekan lalu.

Enam Seniman Indonesia dan empat seniman dari luar negeri turut berpartisipasi dalam pameran tersebut. Mereka di antaranya adalah Seniman Indonesia yang berpartisipasi yaitu Naela Ali, Diela Maharanie, The Popo, Mochtar Sarman, Reza Mustar, dan Citra Marina. Ada pula seniman Disney Imagineers Joe Rohde, Morgan Richardson, dan Zsolt Hormay, serta fotografer satwa liar Paul Hilton.


Salah satu perwakilan penyelenggara Noviar Andayani mengatakan seluruh seniman menyumbangkan karyanya untuk dilelang secara daring kepada masyarakat dunia. Lantas, 100 persen hasilnya didonasikan untuk upaya konservasi badak Sumatra seperti penelitian, patroli, dan pengawasan di taman nasional.

“Ini bisa menjadi cara baru untuk menyampaikan pesan konservasi dalam bentuk yang lebih indah dan berwarna. Para seniman lokal dan internasional menunjukkan pesona badak dari sudut pandang yang berbeda,” ujar Noviar.


Namanya saja pameran dengan tema badak, tentu obyek yang disajikan didominasi tema badak. Di sebuah sudut ruang tampak sebuah karya badak sedang berpose layaknya lukisan Monalisa. Karya ini seakan memberi pesan bahwa badak layaknya sebuah karya maestro yang sangat bernilai tinggi.

Selain itu ada beberapa karya yang cukup menyita perhatian publik, yakni karya milik Reza Mustar yang berjudul Life. Karya seni printed ini menceritakan kondisi badak yang terancam punah akibat manusia yang membunuh badak ini untuk estetika, mitos, gengsi dan bersenang-senang. Tak hanya itu, Monstore dan Matoa Indonesia juga berpartisipasi dengan menghasilkan produk edisi spesial mereka yang terinspirasi dari Badak Sumatera. 

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU