© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Balance, Pertunjukan Fesyen Bergaya Teater

13 Feb 2018

Pernahkah Anda menyaksikan gelaran pertunjukan teater? Jika pernah tentu Anda tidak akan asing dengan tata pencahayaan lampu panggung teater yang biasa digunakan untuk menambah kesan dan suasana cerita. Nah, bagaimana bila konsep panggung itu dipakai dalam gelaran acara fesyen?

Seperti yang dilakukan Lembaga Pengajaran Tata Busana (LPTB) Susan Budihardjo kala mengadakan pertunjukan fesyen dengan tema Balance di Ciputra Artpreneur Theater. Pertunjukan ini menyuguhkan balutan busana dari Acakacak, para siswa dan lulusan terbaik LPTB Susan Budihardjo.

“Saya ambil keseimbangan tapi dalam kehidupan. Kehidupan kota besar perlu keseimbangan dalam segala hal, tanpa itu (keseimbangan) kita akan tumbang,” ucap Susan Budihardjo selaku Pendiri LPTB Susan BudiHardjo. 

Ada 120 set busana yang tampil. Panggung pertunjukkan tidak seperti runway pada biasanya yang panjang dengan bangku penonton di kanan dan kiri. Namun, pertunjukkan fashion-nya dipadukan dengan gaya teater. Panggung pun penuh dengan permainan lampu disertai tata letak khas teater seperti tirai yang dibuka-tutup sebagai tanda dimulai dan berakhirnya pertunjukkan busana.

Hadir dengan empat babak, karya dari tangan dingin 43 siswa dan lulusan terbaik LPTB Susan Budihardjo tampil dengan warna-warni serta siluet penuh 'keseimbangan'. Babak pertama, tema Architechtural pun diangkat yang meggambarkan gedung-gedung pencakar langit, tata kota yang apik, hadir dengan bentuk geometris dalam busana. 

Permainan warna cerah pun hadir dengan siuet rok bervolume dan ketat di badan, mengimbangi gaun A-simetris, gaun bertali temali, rok panjang, celana sebetis, imbuhan bulu mengayakan koleksi.

Sedangkan tema Flow hadir di babak kedua, yang menampilkan busana classy berkesan tangguh dengan desain bernafas anak muda. Kesan feminin dan manis pun terlihat dari potongan outer dan jaket yang dipadukan celana pipa.

Di babak ketiga, balutan busana dengan berbahan jeans pun muncul dalam tema Communication. Terlihat pula busana tumpuk-tumpuk yang bercerita tentang dinamika kota besar dalam berinteraksi. 

Kesan ringan, segar dan atraktif pun terlihat dari babak keempat yang mengusung tema Mind. Desainnya bergaya khas anak muda masa kini. Ringkas, tegas, dan jauh dari kesan bertele-tele meski memainkan detail yang apik.

Hadir sebagai babak pamungkas dalam pertunjukkan, Acakacak keluar dengan koleksinya yang didominasi jeans. Padu-padan gaya maskulin yang cenderung kaku dengan gaya feminin nan luwes melebur jadi satu.
 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU