© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kontemplasi Perupa Muda Setelah Residensi Trimatra

13 Feb 2018

Dua tahun lalu tiga perupa muda lahir dari kompetisi Trimatra Salihara. Mereka adalah Suryo Herlambang, Reza Zafanya Mulia, dan Ajeng Martia Saputri. Bagaimana kabar ketiganya sekarang? Ternyata mereka tak menghilang atau berlalu begitu saja seakan lupa akan prestasinya.

Pasca dua bulan residensi di Salihara, mereka bertiga melakukan riset kecil dan melakukan penjelajahan berbagai medium yang dikembangkan ke dalam karya-karya mereka. Suryo Herlambang misalnya yang mendapat kesempatan residensi di The Pickers’ Hut Glaziers Bay, Tazmania, Australia. 

Dalam pameran ini, Suryo akan menampilkan patung-patung terbarunya yang terinspirasi dari fenomena perjalanan manusia, fenomena yang baginya merupakan proses lahirnya sebuah kebudayaan baru. Sementara Reza dan Ajeng, keduanya mendapatkan kesempatan residensi di Tentacles Art Space, Bangkok, Thailand.

Reza akan menampilkan karya instalasi berdasarkan hasil pengamatannya terhadap perilaku pengunjung pameran yang gemar selfie di dalam ruang pamer. Adapun Ajeng akan menampilkan bait-bait puisi dengan sulaman, sebagai upaya untuk membangkitkan rasa percaya diri dan respon terhadap pengalamannya ketika berada di Thailand.

Suryo Herlambang tertarik dengan bentuk-bentuk figuratif. Karya-karyanya banyak terinspirasi dari kehidupan keseharian, budaya seni populer, cerita fiksi ilmiah, artefak purbakala, gerakan seni modern dan romantisme. Sementara karya Reza Zefanya Mulia ada dalam berbagai medium, dari gambar, benda temuan hingga benda jadi. Ia juga mengembangkan minat pada budaya pop dan teknologi. 

Ajeng berangkat dari hal-hal personal. Pada awalnya ia banyak menggunakan medium kertas, lalu beralih menggunakan medium kain, suara, resin dan kayu. Pada 2017, ia mendapatkan kesempatan residensi di Tentacles Art Space, Bangkok, Thailand, serta berpartisipasi dalam pameran Two Young Indonesian Artists at Tentacles.

“Karya saya yang menang di tahun 2016 lalu menggunakan material kain dan jujur sudah sangat nyaman dengan kain. Tapi saya belajar banyak ketika di Thailand kemarin, termasuk eksplorasi material dan teknik,” tutur Ajeng. Ketiga perupa muda ini sudah membuka pamerannya pada 10 Februari kemarin hingga Maret mendatang.
 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU