© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pohon dan Kayu, Sumber Inspirasi Perupa Anusapati

26 Mar 2018

Di penghujung Maret, ROH Projects mempersembahkan pameran tunggal dari pematung asal Yogyakarta Anusapati. Pameran dibuka akhir pekan ini kemarin pukul 17.00 WIB. Sepanjang kariernya, Anusapati kerap disibukkan dengan kayu dan asal usulnya yakni pepohonan.

Lewat pameran yang diberi judul 'Plantscape', pengunjung akan dibawa ke kenangan masa kecil Anusapati tentang pohon di daerah perkebunan. “Di proyek ROH Projects kali ini, dengan senang hati kami mempersembahkan pameran tunggal Anusapati, PLANTSCAPE. Pepohonan menjadi sumber rasa ingin tahu, pencarian, serta praktik artistik," tulis keterangan ROH Projects. 

Menurut Anusapati, kenangan adalah sumber inspirasi, penjelasan, serta pengetahuan. Dalam obrolan Anusapati dan Grace Samboh pada Februari lalu disebutkan ingatan adalah kemampuan pikiran untuk mereproduksi perasaan atau kesan.

“Sementara mengingat adalah kemunculan kembali, pikiran yang ada sekali karena dipicu oleh sesuatu di luar diri sendiri,” tutur Anusapati. Pameran tunggal Anusapati berlangsung di 24 Maret sampai 17 April 2018 di studio ROH Projects, Jakarta

Roh Projects merupakan lembaga yang didirikan pada 2012 dengan misi untuk mengembangkan karya seni kontemporer Indonesia agar menjadi terdepan di Asia Pasifik. Fokusnya dengan menyediakan platform dan media pameran bagi seniman kontemporer lalu mempromosikannya hingga ke mancanegara. 

Sementara itu Anusapati merupakan seniman kelahiran Surakarta, Jawa Tengah. Ia menamatkan pendidikan di ASRI Yogyakarta (1983) dan School of Art and Design, Pratt Institute, New York, Amerika Serikat (1990). Kini ia mengajar di Fakultas Seni Rupa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Ia banyak mengolah bambu dan kayu (jati terutama) sebagai pengejawantahan sikapnya yang berpihak kepada alam—di samping perunggu, benda temuan, dan instalasi. Patung-patungnya berangkat dari objek-objek dalam kehidupan sehari-hari, seperti kentongan, perahu, konde, yang kemudian menemukan bentuk dan volume baru yang membebaskan.

Karya-karyanya dipamerkan bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat, Eropa, Australia, dan Jepang. Misalnya, pameran tunggal MFA Thesis Exhibition, Pratt Institute, New York, Amerika Serikat (1990), “Reconstruction”, The Kitamoto Cultural Center Gallery, Saitama, Jepang (1997), dan “The Story of Tree”, Galeri Mon Décor, Jakarta, (2008). 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU