© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pesan Marjinal tentang Dunia yang Tanpa Kelas

21 Apr 2018

Marjinal dikenal sebagai grup musik beraliran punk yang cukup banyak penggemarnya di Indonesia. Seperti ideologi yang mereka usung, Marjinal selalu berprinsip independen dan selalu memproduksi musiknya dengan cara indie.

Dalam lirik lagunya, Marjinal memang kerap kali menyerukan kritik pada pada kapitalisme. Mereka mendambakan dunia yang tanpa batas kelas hingga tak ada lagi praktik diskriminasi dalam bentuk apapun. 

Tak sekedar di musik, pesan itu pun diwujudkan dalam pameran seni rupa di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki. Pang! No Border, No Class, begitu serunya. Ia sekaligus menjadi tajuk yang dipilih Bob dan kawan-kawan.

Karya yang ditampilkan dalam pameran ini cukup beragam. Mulai dari instalasi, lukisan, mural, cukil kayu hingga fotografi. Tidak karya Bob dan Mike dari Marjinal saja, tapi juga ada persembahan dari seniman Amien Kamil dan Refi Mascot. 

Bob mengatakan bahwa ide lahirnya pameran Pang! No Border, No Class dari sebuah obrolan ringan. Saat itu, mereka tengah nongkrong dan tercetus keinginan untuk memperlihatkan karya ke khalayak luas.

“Idenya dari nongkrong aja, nggak banyak persiapan. Yuk, bikin pameran dan kami mulai ngurusnya sekalian ngajak Amien Kamil dan Refi,” kata Bob. 

Total ada puluhan karya yang ditampilkan dalam pameran Pang! No Border, No Class. Bob menyumbang 7 hasil karya, Amien Kamil dengan 14 karya, Mike Marjinal lewat 9 karya, dan Revi dengan 8 hasil fotografinya. Semua karya tersebut telah melalui kurasi oleh Tommy F Awuy.

Menurut Bob, semua karya yang diperlihatkan dalam pameran bermakna tidak ada batasan. Sesuai dengan tema acara, mereka ingin tidak ada lagi kelas yang menjadi masalah dalam kehidupan. 

“Kami ingin menyampaikan, no border no class. Nggak ada batasan dan kelas, jangan sempit pikiran. Bagaimana caranya kita nerima perbedaan,” ujarnya.

Pameran Pang! No Border, No Class telah dibuka sejak 18 April malam hingga 30 April 2018 mendatang. Pembukaan dilakukan dengan pentas musik yang menampilkan Marjinal, Orkes Moral Pengantar Minum Racun, dan puisi dari Amien Kamil. Ratusan orang datang untuk melihat hasil karya yang dipamerkan di dua lantai gedung Galeri Cipta 3, Taman Ismail Marzuki, Jakarta tersebut. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU