© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Mengenalkan Pram Pada Generasi Milenial

26 Apr 2018

Indonesia memiliki penulis besar yang dikenal dunia. Namanya Pramoedya Ananta Toer. Karya Pram memiliki daya tarik sendiri karena menyinggung banyak hal tentang sejarah bangsa ini. Dan, untuk kali pertama, sebuah pameran yang mengulas catatan dan arsip Pra digelar dengan tajuk, Namaku Pram.

Bertempat di galeri seni Dia.Lo.Gue, pameran ini diharapkan mampu menciptakan daya tarik bagi generasi milenial yang belum 'tersentuh' dengan karya-karya Pram. “Saya rasa di masa sekarang yang fokus pada hastag visual, jelas kalau pameran ini secara visual sangat menarik. Saya memuji pendekatan yang dilakukan oleh Engel dan Hermawan Tanzil,” kata Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan Nasional, Hilmar Farid. 

Suasana Dia.Lo.Gue Kemang memang tampak berbeda. Ruang galeri yang terbilang kecil diubah menjadi ruang arsip eksklusif Pram. Di salah satu sudut terdapat video hasil wawancara keluarga dan kerabat yang terinspirasi karya Pram. Pihak Dia.Lo.Gue pun membuat karya seni instalasi 'Taman Kata-kata' yang memuat kutipan Pram di bagian belakang galeri.

“Keputusan artistik-artistiknya, desain sangat dipertimbangkan, dan ada perhatian besar pada asepek visual. Sehingga pameran ini semacam jembatan kepada mereka yang mungkin saja belum membaca karya-karya Pram,” kata Hilmar Farid.

Dia pun berharap agar 'Namaku Pram' bisa menjadi daya tarik bagi siapapun khususnya pembaca buku dan pecinta sastra. “Saya bisa bilang ini pameran yang sangat langka. Pameran besar yang menghadirkan seluruh arsip mengenai Pram, gambar-gambarnya, ilustrasi, foto, dan benda-benda pribadi. Saya kira ini pameran yang luar biasa,” lanjutnya. 

Titimangsa Foundation bekerja sama dengan Dia.Lo.Gue Kemang menggelar pameran 'Namaku Pram' di dua tempat. Happy Salma sebagai pendiri Titimangsa Foundation pun menuturkan pemilihan lokasi Dia.Lo.Gue Kemang setelah pertimbangan yang lama dan matang.

“Ini proses yang kami kerjakan selama dua tahun. Pemilihan lokassi juga nggak langsung di Dia.Lo.Gue, kami memikirkan lokasi yang tepat untuk menampilkan catatan dan arsip dari Pram. Karena kan ini semuanya manuskrip bersejarah. Kami harus hati-hati sekali,” kata Happy

 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU