© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Ironi Dunia Hiburan Kelas Menengah

11 May 2018

Masuk ke salah satu sudut ruang D Gallerie, Jakarta, Anda akan melihat sebuah kombinasi karya instalasi dan dua dimensi. Sebuah ranjang yang mirip seperti berada di rumah sakit dengan sebuah lukisan di atasnya bergambar sosok wajah tersenyum lengkap dengan pakaian a la seorang pasien.


Pada dinding dekat tempat tidur itu tertulis, Please Take a Photo and Post It! Sebuah sindiran yang memang ditujukan untuk para pengguna media sosial. Di sekeliling karya itu terdapat tulisan, Haha..Haha..yang membuat orang mudah menebak siapa orang di balik karya ini. Ya, dialah Naufal Abshar. 

Naufal dikenal dengan seri lukisan Haha... Pada 27 April lalu hingga 27 Mei mendatang ia menggelar pameran tunggal berjudul The World of Entertainment. Di pameran tunggalnya Naufal menyoroti dunia kelas menengah dalam beberapa gaya bahasa terutama ironi dan sarkasme. Ia menghadirkan rupa figuratif dan tulisan-tulisan mungil yang spontan. Salah satunya karya instalasi tadi.


“Naufal berkata bahwa tawa yang hadir dalam lukisannya mencerminkan tawa dalam sebuah pesta yang dihadiri sosialita, komunitas di mana Naufal seringkali menjadi bagian di dalamnya,” ujar kurator pameran, Chabib Duta Hapsoro.


Figur yang dihadirkan Naufal adalah penampakan 'grotesk'. Wajah-wajahnya terdistorsi dalam rupa yang buruk tapi tampil dengan tertawa lebar. “Rupa yang ‘grotesk’ ini menandai kritik Naufal pada dunia sosialita di mana para pelakunya memiliki keinginan berlebih untuk eksis dan di saat yang sama haus akan hiburan sehingga berperilaku kurang masuk akal dan berlebihan,” lanjut Chabib. 

Selain banyak tulisan ‘Hahaha’ seperti tertawa, ada juga tulisan-tulisan kecil yang membuat karyanya seperi 'berbicara'. Di balik lukisannya yang humoris, ternyata terdapat makna yang menggambarkan keadaan dunia saat ini seperti tulisan price tag berbagai macam harga di setiap lukisan imajiner tersebut.


Price tag yang ada di lukisan tersebut mengartikan bahwa sekarang ini semuanya serba dinilai dengan materi dan merek dan menjadi 'tuntutan' sosial. Pesan ini sesuai tema besar pameran tunggalnya, The World Of Entertaiment. Sebuah hiburan tidak hanya datang dari televisi atau radio, melainkan sudah perseorangan dan lebih personal.


Naufal yang lulus dari Lasalle College of Arts Singapura dan Goldsmith University of London itu telah menggelar sejumlah pameran di Singapura, Yogyakarta, Jakarta, dan Venesia. Pada 2013, ia meraih juara pertama di kompetisi live painting di Indonesia Arts Festival. Lukisan Haha yang menjadi ciri khasnya menjelajahi penggabuan antara konsep tawa dan humor yang universal di kebudayaan manusia. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU