© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Bentuk Seni Rupa yang Baru dari Para Seniman Muda

11 May 2018

Sebanyak 61 seniman muda berpartisipasi dalam pameran bersama seni kontemporer dua tahunan, Manifesto di Galeri Nasional, Jakarta. Ini sudah kali ke 6 pameran itu diadakan. Tahun ini kurator Sudjud Dartanto dan Citra Smara mengusung tema, Multipolar: Seni Rupa 20 Tahun Setelah Reformasi.


Mengapa hanya seniman di bawah 40 tahun yang berpartisipasi? Menurut Sudjud, Biennale ini bukan hanya gelaran rutin namun mencari bentuk seni yang baru. Dia melihat ada semacam gerakan seni rupa baru yang digagas seniman kelahiran 1980 hingga 2017. 

“Kami melakukan riset ke Bandung dan Jakarta, muncullah 61 seniman. Kami melihat adanya kerangka besar yang bergerak secara multipolar. Masing-masing entitas tidak ada dominasi dari satu gaya,” kata Sudjud.


Dari 61 seniman yang berpameran ada 61 karya yang dipajang, yakni berupa lukisan, patung, keramik, seni instalasi, grafis, fotografi, mural, dan video art. Para seniman yang berpartisipasi berasal dari kota Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali. 

Karya yang dipamerkan di Gedung A mengenai budaya pop, keseharian masyarakat, spiritual, psikoanalisa, dan lain-lain. Khusus Gedung B adalah karya new media art, dan sosial politik serta lingkungan ada di Gedung D Galeri Nasional Indonesia.


Salah satu seniman yang ikut meramaikan gelaran ini adalah Radhinal Indra. Ia dikenal dengan gaya lukisan yang mengubah karya Mooi Indie menjadi obyek mirip seperti di permukaan Planet Mars. Jadilah lukisan bergaya Mooi Indie milik Basuki Abdullah, Trubus, Dullah, dan Wakidi ‘disulap’ menjadi bentuk yang baru. 

“Misalnya saja lukisan Pantai Flores-nya Basoeki Abdullah, gambar aslinya memang kayak gini tapi warnanya saya ubah jadi merah kecokelatan. Nuansanya jadi seperti permukaan di Mars,” jelas Indra.


Di bagian bawah lukisan, Indra pun membubuhkan tahun 2030 sesuai dengan rencana NASA meluncurkan satelitnya ke Mars. “Saya juga penasaran apakah ada sifat-sifat bumi yang ada di Mars. Serunya kalau jadi Mooi Mars,” katanya sembari tertawa. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU