© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Seni Polkadot dalam Ilusi Buatan Yayoi Kusama

14 May 2018

Motif polkadot atau bintik-bintik bulat mungkin hal yang biasa kita jumpai sehari-hari. Dalam dunia fesyen, motif ini sering menjadi dasar mode. Namun bagi seniman nyentrik asal Jepang, Yayoi Kusama, polkadot melebih apapun yang orang tahu. Polkadot sudah menjadi bagian dari dirinya.

Ya, Yayoi dikenal publik lewat karya ikonik nan khasnya, polkadot. Kali ini warga Ibu Kota diberikan kesempatan untuk ikut menikmatinya dalam gelaran pameran, Yayoi Kusama: Life is the Heart of a Rainbow di Museum MACAN, Jakarta. 

Ketertarikan Yayoi pada dunia seni bermula dari seni lukis Jepang saat masih tinggal di Jepang. Dia pun beralih ke gaya Barat. Ia mulai terpengaruh oleh karya perupa Amerika bernama Georgia O'Keefe. Saat hijrah ke Amerika Serikat pada 1957, ia mempelajari seni rupa lebih dalam lagi.

Gaya dan teknik melukisnya makin berkembang pesat. Di bagian 'Infinity Nets' yang ada dalam pameran 'Yayoi Kusama: Life is the Heart of Rainbow' juga dijelaskan, seri tersebut berkembang dengan perspektif dan gaya yang tak beraturan. 'Infinity Nets' mendapat perhatian khusus di pameran tunggal Yayoi di Brata Gallery, New ork, pada Oktober 1959. 

Di eksibisi solonya, ada 5 lukisan putih di atas hitam yang salah satunya terbentang memenuhi bidang dinding. Pendekatan ini melahirkan arah baru yang dikenal dengan ekspresionisme abstrak.

Setelahnya, karya-karya Yayoi Kusama keliling ke berbagai negara. Eksplorasinya pun lebih jauh lagi, khususnya dalam karya seni instalasi 'The Obliteration Room' yang mengajak pengunjung bebas memasang stiker. Termasuk pengunjung yang datang ke acara pameran di Museum MACAN. 

Direktur Museum MACAN Aaron Seeto mengatakan pihak museum sudah memprediksi akan adanya lonjakan pengunjung di eksibisi tersebut. “Kami tahu efek dari Yayoi Kusama yang dikenal dunia. Kami siap dengan hari-hari sibuk mulai dari hari pertama pembukaan untuk publik,” kata Aaron Seeto.

Pameran dibuka hingga 9 September mendatang. Cukup panjang waktu yang Anda miliki untuk datang ke sana. Setiap pengunjung akan dikenakan biaya tiket masuk Rp 100 ribu (dewasa), Rp 90 ribu (pelajar), dan Rp 80 ribu (anak-anak). Rasanya, nilai itu tak cukup mahal untuk menikmati sebuah karya seni yang menakjubkan. Apalagi, pameran ini instagramable sekali! 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU