© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Divisi 62 Membedah Indonesia dengan Paripurna

22 May 2018

Seni itu kompleks. Seni itu tak kenal batas. Mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk menggambarkan karya dari buah tangan dan pikiran dari kelompok Divisi 62. Mereka yang identik dengan seni musik elektronik eksperimental ini mengadakan pameran kolektif di Ruci Art Space, Jakarta bertajuk, Paripurna.

Grup seniman yang fokus di ranah musik, seni visual, fotografi, antropologi, dan desain grafis itu memajang 9 karya di Ruci Art Space, kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Secara harafiah, Paripurna berarti menyeluruh. Divisi 62 menampilkan berbagai karya arsip sejarah, artefak, fotografi, maupun medium seni visual lainnya yang saling berkaitan dengan pertanyaan 'apa itu Indonesia'.

“Sebenarnya para anggotanya memiliki pertanyaan yang sama tentang Indonesia. Bagaimana perspektif mereka tentang Indonesia dan dilihat dari banyak sudut pandang. Ruci merasa sangat penting untuk menggandeng Divisi 62 di pameran kali ini dan memperlihatkannya kepada publik,” kata Direktur Ruci Art Space, Melin Merril. 

Dikuratori oleh Gesyada Siregar, pameran ini menyajikan berbagai pertanyaan dan ambiguitas tentang identitas ke-Indonesiaan. “Untung mengenal siapa diri kita harus ada jarak. Metode pencarian identitas yang dilakukan mereka mencoba untuk mengolah medium baru,” jelasnya.

Salah satu karyanya berjudul Riwayat menampilkan sebuah photoset orang-orang Indonesia dengan darah Belanda, Arab hingga Cina. Wajah dari orang-orang ini tidak kita kenal, namun dapat menggambarkan keragaman identitas yang turun menurun hadir di Indonesia. Photoset ini lalu dihubungkan dengan sepasang gendang yang diibaratkan sebagai riwayat keturunan orang-orang Indonesia yang jejaknya menggaung hingga saat ini.


Karya lain berjudul Manusia Indonesia menampilkan foto orang-orang dari Flores, Papua dan daerah-daerah lain di luar pulau Jawa. Berdampingan dengan mereka, terdapat tiga buah cermin yang tertempel kutipan-kutipan tulisan dari pengarang Mochtar Lubis yang mempertanyakan “Apakah benar ada orang Indonesia?” 

Pemilihan medium merupakan hal yang perlu dicatat dari pameran ini. Divisi 62 menerjemahkan ‘perkawinan Barat dan Timur’ ke dalam medium-mediumnya. Tak heran kalau kita melihat alat-alat tradisional layaknya gendang dan kecapi, namun di lain sisi kita juga melihat medium modern seperti fotografi, video hingga sound art.
 

Dua tahun lalu Divisi 62 dikenal sebagai grup Indie baru yang bertujuan ingin mencapai tingkat baru dalam musik beraliran elektronik dan eksperimental. Musiknya mengajak pendengar berpetualang dalam gelap gulita ruang antariksa yang penuh dengan fantasi dengan kemasan efek space-nya.

Divisi 62 tak hanya merilis musik Randy MP semata, melainkan juga musisi bernamakan Uwalmassa yang sangat kental memainkan musik-musik tradisional Jawa seperti instrumen Bonang Barung, Gong, Gamelan, dan Perkusi yang diramu secara eksperimental. Pameran seni Paripurna bakal berlangsung hingga 10 Juni 2018 di Ruci Art Space, Jakarta Selatan. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU