© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Unjuk Gigi 12 Fotografer Muda Asia Tenggara

22 May 2018

Dwi Asrul Fajar dan Muhammad Fadli adalah dua orang Indonesia yang dinobatkan sebagai fotografer muda Asia Tenggara. Karya mereka berdua kini mejeng di Galeri Salihara, Jakarta dalam pameran fotografi bertajuk, We Will Have Been Young. Pameran itu merupakan kelanjutan dari festival OBSCURA pada tahun lalu di Malaysia.

Pada festival itu, Dwi Asrul Fajar menyuguhkan karya fotografi tentang orang-orang yang hidup dengan gangguan mental. Potret kehidupan mereka terasa begitu nyata ketika Fajar merangkainya dalam seri fotografi berjudul A Stream Under the Table. Karyanya dipamerkan di Malaysia dan diterbitkan oleh Dienacht Publishing. 

Sementara itu Muhammad Fadli fotografer kelahiran Sumatera yang tinggal di Jakarta. Dia salah satu pendiri Proyek Arka, kolektif fotografer Indonesia. Dia pernah terlibat dalam beberapa proyek internasional, termasuk memotret Presiden Joko Widodo untuk Monocle. Di galeri Salihara, karya Fadli dan Fajar dipamerkan bersama 10 fotografer muda lain.

Mereka di antaranya Alvin La (Malaysia), Amrita Chandradas (Singapura), Dennese Victoria (Filipina), Elliott Koon (Malaysia), Geric Cruz (Filipina), Kanel Khiev (Kambodja), Lee Chang Ming (Singapura), Linh Pham (Vietnam), Watsamon Tri-yasakda (Thailand), dan Yu Yu Myint Than (Myanmar). 

Ke-12 fotografer tersebut mengembangkan rangkaian foto yang mengusung tema masa muda dan masa depan di wilayah Asia Tenggara. Peserta terpilih mengikuti workshop Masterclass Fotografi Asia Tenggara di bawah bimbingan Tobias Kruse dan Jörg Brüggemann.

Sebagai kelanjutan workshop, para fotografer bekerja pada proyek-proyek perorangan selama satu tahun lamanya yang kemudian diterbitkan ke dalam sebuah buku foto bertajuk sama dengan pameran. 

Cerita foto yang ditampilkan memajang isu-isu yang menarik. Di antaranya adalah transformasi hubungan, kencan online, penyakit dan dampak psikologis yang ditimbulkan, identitas, marginalisasi penduduk asli, dan lain-lain.

Sebelum digelar di Jakarta, pameran perdana digelar di Festival Fotografi OBSCURA 2017 di Malaysia. Setelahnya eksibisi akan berkeliling ke negara-negara lainnya di Asia Tenggara dan kawasan Asia-Pasifik, serta Jerman. Pameran diinisiasi oleh OBSCURA Festival of Photography (OBSCURA Festival Fotografi) dan bekerja sama dengan Goethe-Institut Malaysia serta Ostkreuz Agentur der Fotografen (Ostkereuz - biro fotografer). 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU