© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pencapaian Visual Pasutri Agung dan Windi

9 Jul 2018

Agung Fitriana dan Windi Apriani mungkin bisa menjadi salah satu contoh pasangan seniman yang ideal. Pasangan suami istri ini sukses memamerkan karya-karya lukisnya di Gedung D Galeri Nasional Indonesia pada 29 Juni – 13 Juli mendatang. Keduanya ingin menunjukkan ketidaksamaan justru hadir dalam kaitan yang saling menghubungkan, lewat karya seni lukis.

Pameran itu bertajuk Visible Form of Feelings. Ada 11 lukisan yang ditampilkan. Pasangan suami-istri ini dalam proses berkarya menawarkan pencapaian visual yang berbeda tapi bermula dari tema yang sama representasi dan ekspresi perasaan. 

Kurator pameran, Rizki A. Zaelani mengatakan, Windi dan Agung, masing-masing memang akan meneruskan perkembangan lukisan mereka tanpa harus menetapkan apa yang seharusnya semestinya menjadi ‘sama’ diantara keduanya.

Sebagaimana pengalaman yang berlangsung dalam hidup, sebenarnya, tak ada ketepatan dan kepastian yang mutlak di dalam berjalannya meski masing-masing dari kita berusaha untuk merencanakan atau mengkalkulasinya.

“Jika kita bisa memahami sebuah lukisan sebagai suatu peristiwa, maka kita akan selalu bisa menemukan keterbukaan dan perluasaan makna-makna yang dihasilkan olehnya,” ujar Rizki. 

Keduanya mengajak pengunjung untuk mendalami karya. Lukisan-lukisan mereka disajikan melalui medium kanvas serta mengajak pengunjung untuk menemukan makna tersendiri. Lukisan Windi membuatnya dengan warna yang monokromatik. Sedangkan Agung menjadikannya lebih berwarna dengan lapisan warna putih.

“Lukisan-lukisan Windi dan Agung memang bukan tentang perasaan mereka masing-masing tapi juga soal bagaimana kita yang menyaksikannya turut merasakan,” pungkasnya.  

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU