© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Keindonesiaan dalam Goresan Cat Air

11 Jul 2018

Sejumlah 53 seniman lukis Indonesia yang tergabung dalam International Watercolor Society (IWS) menggelar pameran bersama di galeri Bentara Budaya Jakarta. Indonesia Paradise on Earth, begitulah mereka memberikan tajuk pada pameran itu. Mereka mengambil tema tentang keindonesiaan dalam beragam perspektif.

Salah satu kurator pameran, Eddy Soetriyono mengatakan IWS Indonesia tak hanya mengangkat media watercolour yang kurang diapresiasi di negeri ini, mereka juga berjuang tanpa henti untuk bisa melahirkan seniman-seniman cat-air yang memiliki sikap estetik nan personal dan mandiri. 

Karya-karya lukis cat air menurutnya memang diciptakan dengan tekniknya yang khas. Cat air dengan segala karakter mediumnya juga merekam emosi pelukis saat itu. Emosi, semangat pada saat penciptaan tidak dapat diulang. Di situ ada faktor ketakterdugaan yang juga tidak dapat diulang.

IWS Indonesia tampak tak menginginkan para anggotanya meniru ataupun mengekor sepak terjang estetik pimpinannya, tak mau melahirkan epigon-epigon yang bergerak seumpama zombi tak berjiwa. Di IWS Indonesia, mereka memang dibekali dengan teknik umum cat-air, akan tetapi tetap digebrak agar tak semata mandeg-njegegreg di sana.

“Mereka di-opyak-opyak agar terus mencari teknik-teknik baru yang sesuai dengan apa yang hendak mereka ekspresikan. Mereka dikejar untuk bisa sampai di tapal bahasa-visual yang khas dengan konsep estetik milik mereka sendiri,” kata Eddy. Para seniman ini selalu dibangunkan untuk selalu terjaga, senantiasa sadar, agar tidak sekadar menjadi "eksemplar dari sebuah jumlah". 

Kurator lain, Efix Mulyadi memaparkan bahwa sudah bukan saatnya lagi untuk meragukan kegunaan cat air di luar bidang dua dimensi dan hanya terpajang di dinding. Memang dibutuhkan banyak keberanian untuk terus menerus melakukan eksplorasi di dalam berbagai perkara instrinsik kekaryaan pada bidang dwimatra, tapi zaman mengajak untuk melongok juga ke luar dan mempertimbangkan berbagai kemungkinan ekspresi yang lainnya.

“Apa yang dihadirkan IWS dalam pamerannya kali ini bolehlah dipandang sebagai tawaran lain atas hadirnya ragam karya lukis cat air yang telah berkembang selama ini tentu sembari memaknai kembali sosok Indonesia secara kreatif,” ujarnya.

Kehidupan Indonesia yang tertoreh dengan cat air dalam pameran ini hadir lewat dialog, pergumulan rasa, dan spirit ke-saat-itu-an, spirit of the moment dari para pelukis. Dengan segala ketakterdugaannya. Pameran ini dibuka untuk umum hingga 13 Juli mendatang. 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU