© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Yang Spesial dari Perayaan Satu Dekade Art Jakarta

18 Aug 2018

Tak terasa tahun ini sudah memasuki usia 10 gelaran Art Jakarta. Layaknya ulang tahun seorang anak yang sedang tumbuh, Art Jakarta menyajikan segala hal yang spesial, mulai metamorfosis Christine Ay Tjoe sampai 'hidangan' khusus 10:10 dari 10 seniman Indonesia dan Jepang.


Seperti pada penyelenggaran sebelumnya, Art Jakarta 2018 bertempat di The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place. Tahun ini karya instalasi Faisal Habibi dipilih menjadi penghias mall seperti tradisi di tahun-tahun sebelumnya. Temanya bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games 2018. 

Namun kali ini pengunjung harus merogoh kocek Rp 50 ribu untuk tiket masuk. Di sepanjang lorong, Anda bisa melihat aneka karya dari 51 stan galeri yang dihadirkan. Ada karya Darbotz sampai Naufal Abshar yang digubah dalam medium kulkas. Lukisan Hendra 'Hehe' Harsono yang khas dengan budaya pop juga menjadi salah satu spot karya yang wajib diamati secara seksama.


Di bagian lorong ini, hal menarik lainnya adalah Art Bar. Art Jakarta setiap tahunnya menjajakan berbagai merchandise terjangkau bagi pecinta seni untuk siap sedia dibeli. Diskusi dan workshop seni menarik juga disajikan. Art Gram juga merupakan 'hidangan' yang berbeda dengan menampilkan persona-persona yang terkenal di media sosial Instagram. Sejumlah seniman di antaranya adalah @lululutfilabibi, @chitrachef, @bennyjurdi, @dielamaharanie, dan fotografer @mikaelaldo. 

Di ruang 10:10 layaknya museum show, sajian menarik ini langsung memikat hati pecinta seni. Ada Kemal Ezedine, Agus Suwage, Syagini Ratna Wulan, Pramuhendra, Uji 'Hahan' Handoko, Heri Dono, sampai Eddy Susanto yang menyinggung persoalan rural.


Sementara 10 seniman Jepang persembahan Edwin's Gallery. Yang tak kalah spesial adalah metamorfosis dari Christine Ay Tjoe milik koleksi Susan Santoso, Wiyu Wahono, dan Edwin Rahardjo. 

“Kami memilih karya-karya Ay Tjoe dari awal tahun 1990-an sampai sekarang. Ada karya drawing, etsa yang berasal dari seni grafis, dan lukisan-lukisannya,” ujar Artistic Director Rifky Effendy.


Seniman muda Tanah Air ditampilkan lewat stan Bekraf dengan judul 'Art Unlimited'. Art Jakarta tak hanya sebagai festival tapi juga sebuah bursa seni dari Indonesia dan mancanegara. Salah satu yang spesial adalah ISA Art Advisory yang menghadirkan karya-karya fotografi dari Alexander Thian atau @amrazing. Serta Sotheby's dengan stan yang didesain mewah menampilkan aneka headpiece karya Rinaldy Yunardi. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU