© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Instalasi di Ruang Terbuka SIPFest 2018

21 Aug 2018

Agenda dua tahunan Salihara International Performing-arts Festival (SIPFest) kembali hadir. Sudah menjadi tradisi tiap kali SIPFest diadakan selalu diwarnai dengan karya seniman Indonesia. Kali ini ada tiga perupa muda yang menghadirkan karya new media atau media baru yang tak biasa.


Ketiganya adalah Achmad Krisgatha, Meliantha Muliawan, dan Gabriel Aries Setiadi. Mereka diundang pihak SIPFest 2018 untuk berpameran site-specific di ruang terbuka. Kurator pameran Asikin Hasan menuturkan tradisi pameran site-specific selalu dihadirkan setiap festival berlangsung. 

“Kami ingin pameran seni rupa di Salihara diperluas lagi, tak sekadar memajang di ruang pamer. Ke ruang terbuka dan ingin meluaskan diskusi atau wacana tentang seni rupa itu sendiri,” ujar Asikin.


Para perupa yang diundang pun, menurut Asikin, punya prestasi yang baik dan eksplorasi medium yang tak biasa. Misalnya Meliantha. Ia baru saja mendapatkan penghargaan saat di Art Jog kemarin. Meliantha membuat karya instalasi ‘Mneme’ yang diletakan di bagian bawah tangga menuju teater Salihara.


Ia menghadirkan bulir imaji benda-benda personal yang digambar dengan tinta arkilik dan kain kanvas yang dibalut dengan resin bening. Bilang datang ke area depan Komunitas Salihara, Anda bisa melihat karya seni instalasi neon 'There's Never a Forever Things' karya Achmad Krisgatha. 

Berlanjut ke area berikutnya yang tak biasa. Di area Anjing Salihara atau rooftop bangunan lainnya, ada karya Gabriel Aries Setiadi yang membangun 'Personifikasi'. Uniknya semakin malam karya Gabriel justru kian menarik untuk dilihat. “Kalau semakin malam pekat, akan kelihatan retakan cahayanya dan memang karya ini dibuat khusus dilihat ketika malam,” pungkasnya.


Instalasi tersebut dapat menyala dalam gelap akibat LED dan sensor gelap-teeang yang memanfaatkan cahaya matahari. SIPFest sudah dibuka sejak 4 Agustus lalu dan akan berlangsung hingga 9 September mendatang. Terdapat sejumlah karya seniman dari Australia, Belgia, Indonesia, Iran, Kanada, Malaysia, Prancis, serta Taiwan yang akan ikut meramaikannya. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU