© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Gambar yang Jadi Propaganda Kemerdekaan

27 Aug 2018

Di sekitaran tahun 1942-1945 saat nusantara diduduki Jepang, halaman depan harian berbasis bumiputra menuliskan sebuah kalimat propaganda. Saat itu jika kita membaca tulisan ini mungkin membuat bulu kuduk berdiri. “Indonesia pasti merdeka, sebelum jagung berbunga. Bukan sebelum jagung berbuah, tapi sebelum jagung berbunga Indonesia pasti merdeka.”
 

Kalimat itu diucapkan Soekarno dikutip koran Tjahaja pimpinan Otto Iskandardinata. Terbitan itu seakan ingin membalas propaganda yang diluncurkan Jepang melalui poster dan lukisan. Salah satunya karya Ono Saseo, seorang perupa Jepang yang direkrut tentara pada masa perang Asia Pasifik. Saseo ditugaskan di daerah pendudukan, Indonesia. 

Semua materi bersejarah itu dipamerkan dalam sebuah pameran arsip dan foto lawas di Galeri Foto Jurnalistik Antara. Tajuknya mengambil ucapan bung Karno dalam sampul depan koran Tjahaja. Jagung Berbunga di antara Bedil dan Sakura. Pameran itu dibuka untuk umum dalam rangka peringatan 73 tahun Indonesia merdeka.

Oscar Motuloh, kurator pameran mengatakan pengunjung bisa menyaksikan poster propaganda sekaligus mengamati muka sampul dan beragam produk propaganda. Menurutnya semangat pameran ini adalah mendeskripsikan perjalanan kemerdekaan bangsa Indonesia sebagai warisan teragung para pendiri bangsa untuk selalu dirawat dan dijaga. 

Pameran ini sekaligus sebagai momen peluncuran buku dengan judul yang sama. Buku tersebut terdiri dari 49 foto, 33 lukisan, 19 poster, 3 kartu pos, 1 buah logo, 46 artikel dari majalah Pandji Poestaka, Djawa Baroe, Indonesia Merdeka, dan Pradjoerit. Dirjen Kebudayaan, Kementerian Pendidikan, Hilmar Farid mengatakan buku itu untuk menguatkan hubungan dari hati ke hati dengan Jepang terutama dalam aspek budaya. 


“Dengan adanya kegiatan seperti ini diharapkan bisa membuka peluang kerjasama dalam bidang budaya antara kedua negara yang lebih kuat, luas, dan dinamis di masa sekarang, kata Hilmar. Pameran ini dibuka untuk publik hingga 14 September mendatang. Sekadar untuk menambah pengetahuan, tak ada salahnya bila kita mampir. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU