© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Instalasi dan Filosofi tentang Sebuah Permainan

4 Sep 2018

Agenda besar Asian Games 2018 memang menyorot banyak perhatian. Setelah dunia fesyen, dunia perfilman pun tak ingin ketinggalan. Seperti Festival film internasional Arkipel yang tahun ini secara khusus mengangkat tema Homo Ludens atau manusia yang bermain. Kelektif Kultursinema membuat pameran film untuk mengenang Ganefo (Games of New Emerging Forces), pesta olahraga tingkat internasional yang pernah digelar Indonesia pada 1963.


Pameran bernama Gelora Purnaraga ini dibuka di Galeri Cipta III Taman Ismail Marzuki sejak Kamis, 9 Agustus lalu. Ada tiga ruangan pameran dengan tujuh instalasi film – dalam definisi sangat luas, yaitu segala bentuk medium audio visual dalam layar, hasil proyeksi, atau frame yang bergerak. Salah satu instalasi interaktif adalah tiga kotak musik analog yang bisa dimainkan pengunjung. 

Ketiga pemutar ini memuat kertas notasi balok untuk melodi lagu Hyme Ganefo, Ganefo, dan Viva Ganefo. Menurut Afrian Purnama, salah satu periset Kultursinema, tiga potong melodi ini mereka temukan dalam arsip koran di Perpusnas dan Arsip Nasional Republik Indonesia.


“Kami interpretasi ulang pakai music box. Selain Viva Ganefo, dua lagu lain sudah tidak terdengar aslinya. Jadi selain bentuk partitur, tidak ada lagi bentuk lain. Kalau Viva Ganefo banyak di internet. Misalnya Dialita,” kata Afrian. 

Selain kotak musik, ada zoetrope dengan patung miniatur atlet 12 cabang olahraga serta perangkat menyerupai magic lantern dengan gambar potongan berita koran tentang Ganefo. Zoetrope dan magic lantern adalah dua dari sekian perangkat pembentuk ilusi gambar, yang mengantar manusia kepada penemuan teknologi kamera. Zoetrope diputar, sedangkan magic lantern diproyeksikan.


Sebelum masuk ke arena tiga instalasi di atas, pengunjung disambut dengan instalasi potongan film pidato Presiden Soekarno mengenai Ganefo 1963. Lalu ada sejumlah panji tergantung, yang memuat logo dan slogan Ganefo (Onward! No Retreat! – Maju Terus Pantang Mundur) serta kutipan tentang Ganefo dari koran-koran lama. Ada pula gambar-gambar dari perangko Asian Games 1962 Jakarta. 

Dalam ruangan berikutnya, ada instalasi ruang gelap dengan empat proyeksi dari empat sudut, yang menayangkan potongan video pertandingan sepakbola. Lalu di bagian tengah, ada instalasi layar televisi yang menampilkan potongan film dari arsip Ganefo 1963 dan Asian Games 1962.


“Ini adalah perayaan terhadap tubuh, bagaimana kesempurnaan tubuh atlet terekam oleh kamera, kita juga pelajari lewat slow-motion, untuk menggambarkan pencapaian lompat jauh misalnya, dan segala macam. Tubuh (atlet) yang sudah ditempa oleh latihan untuk membentuk karakteristik dia sendiri,” terang Afrian. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU