© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Sketsa Urban dan Populernya Garis Spontan

20 Sep 2018

Galeri Nasional Indonesia kembali menginisiasi sebuah pameran sketsa bertajuk [Re]Kreasi Garis setelah sukses dengan pameran sebelumnya, KamiSketsa Galnas. Kali ini terdapat 138 penampil dengan total 234 karya sketsa yang dipamerkan. Ratusan peserta itu diajak bercerita serentak tentang perkembangan sketsa di masa kini.


Teguh Margono, Kurator [Re]Kreasi Garis mengatakan pameran kali ini diselenggarakan dengan mekanisme yang berbeda dengan tahun sebelumnya. Misalnya saja, peserta yang terpilih diharuskan menggoreskan karyanya spontan saat itu juga. Dan hasil sketsa kemudian diunggah di instagram dan facebook masing-masing calon peserta, mencantumkan hashtag #KamiSketsaGalNas dan #rekreasigaris. 

Sketsa di masa sekarang semakin marak khususnya dengan penggunaan media sosial yang membantu penyebarannya. Komunitas sketsa di Indonesia pun kian menjamur. “Mereka mengirimkan aplikasi kepada pihak Galeri Nasional Indonesia dan itu bisa dijadikan data untuk memetakan penyebaran pegiat atau komunitas sketsa di berbagai daerah di Indonesia,” kata Teguh.


Kurator lain, Beng Rahadian mengatakan perkembangan sketchers yang ada di Tanah Air diakui muncul dari sketsa urban yang dikerjakan oleh warga. Sebagian besar para sketchers menggemari kegiatan menggambar sketsa dengan cara sendiri maupun berkelompok dan berciri hybrid.


“Kemunculan sketsa-sketsa urban ini tidak lagi mengutamakan fungsi bahwa sketsa merupakan bagian dari sebuah studi atau rencana karya selanjutnya, atau yang hanya terdiri dari garis spontan,” tuturnya. 

Para sketchers yang terlibat berasal dari KamiSKetsaGalnas, Bogor Sketchers, Cianjur Sketcher, Semarang SketchWalk, Urban Sketchers Medan hingga perupa Gorontalo. Namun menariknya terdapat lima karya sketcher lain yakni Ipe Ma’aruf, Romo Muji, Srihadi Soedarsono, Tedja Suminar (alm), dan Yusuf Susilo Hartono dengan menampilkan 36 karya.


Diungkapkan Teguh, karya-karya sketsa dari seniman undangan dan koleksi Galeri Nasional Indonesia penting untuk menghadirkan wacana perkembangan sejarah sketsa di Indonesia secara umum.
 

Jadi tak heran jika terdapat 21 koleksi yang berupa karya sketsa dari Henk Ngantung, Marah Djibal, Oesman Effendi, S. Sudjojono, Siti Ruliati, Srihadi Soedarsono, Tohny Joesoef, Wahono M. X-Ling Yusuf Susilo Hartono. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU