© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Goresan yang Muncul dari Sebuah “Kegilaan”

2 Oct 2018

Sering kali kita berpikir diskriminatif terhadap mereka yang terkena gangguan kejiwaan. Dengan mudahnya kita menanggap bahwa hidup orang itu sudah berakhir manakala gangguan jiwa menyerang hidupnya. Seakan-akan tak ada lagi yang bisa mereka lakukan di dunia ini.
 

Pekan lalu sebuah pameran bertajujk Anek Rupa RSJ berhasil memutar balik pemikiran lawas tersebut. Uniknya pameran itu diadakan di ruang publik seperti Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Sebuah tempat dimana orang dari berbagai daerah dan latar belakang lalu lalang. 

Total ada sebanyak 40 lukisan yang dipamerkan. Karya-karya itu berasal dari lima rumah sakit jiwa (RSJ) yaitu RSJ Dr Arli Zainudin (Solo, Jawa Tengah), RSJ Dr Radjiman Widiodiningrat (Lawang, Malang, Jawa Timur), RSJ Bali (Bangli, Bali), RSJ Lampung (Bandar Lampung), dan RSJ Dr Soeharto Heerdian (Jakarta).


Restu Gunawan, Direktur Kesenian Kemendikbud menjelaskan pameran tersebut bertujuan untuk memberikan ruang edukasi kepada publik. Menurut dia, orang yang berkebutuhan khusus memiliki peran sama dalam kehidupan masyarakat, sekaligus memberikan ruang untuk berkarya. 

“Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa orang dengan kebutuhan khusus fisik dan mental dapat berkarya, salah satunya karya seni,” kata Restu.


Restu menjelaskan, Aneka Rupa RSJ ini akan menjadi pameran pendamping Festival Bebas Batas 2018 yang diselenggarakan oleh Kemendikbud, Galeri Nasional lndonesia, dan Art Brut Indonesia. “Nantinya hasil karya ini juga akan dipamerkan di Festival Bebas Batas 2018 di Galeri Nasional Indonesia pada Oktober mendatang,” ujarnya. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU