© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Fotografi Fesyen Tiga Seniman Muda

3 Oct 2018

Artspace, Artotel Thamrin kembali menyelenggarakan pameran seni fotografi. Kali ini mereka menggandeng Atreyu Moniaga Project dengan tajuk Chrysalis. Setiap kehidupan selalu ada awal yang baru, sebuah peluang, dan pengembangan diri. Mungkin sepeti itulah menggambarkan kumpulan karya dari masing-masing seniman menceritakan tentang proses kehidupan yang tersaji dalam pameran.


Atreyu Moniaga Project merupakan komunitas seni yang memiliki program inkubasi tahunan ilustrasi dan fotografi untuk para seniman muda. Pameran ini menampilkan koleksi karya seniman-seniman fotografi muda antara lain Rapha Lisa, Nathanael Moss, dan Yon Beni sebagai generasi kelima dalam kelas ST/Art, program inkubasi fotografi Atreyu Moniaga Project. 

Pada pameran ini, Atreyu Moniaga Project juga berkolaborasi dengan berbagai professional industri fotografi yang di antaranya Persona Management dan Nin Djani sebagai Editor in Chief dalam pembuatan Artbook pameran 'Chrysalis'.
 

Dicky Panjaitan, operation manager Artotel Thamrin, Jakarta mengatakan, melalui pameran fotografi Chrysalis, Artotel Thamrin, Jakarta ingin kegiatan pameran fotografi yang diselenggarakan menjadi sebuah wadah berkumpul dalam mengeskplorasi karya seni, bagaimana pengalaman-pengalaman yang terjadi di dalam hidup seniman-seniman muda ini bisa diartikan menjadi sebuah karya visual fotografi yang indah. 

Sesuai dengan visi-misinya, Artotel Thamrin, Jakarta akan terus memberikan inspirasi bagi para tamu hotel dengan menyelenggarakan pameran-pameran seni seperti ini.


Sementara itu Atreyu Moniaga, pendiri Atreyu Moniaga Project sangat berharap pameran ST/ART V ‘Chrysalis’ membuat orang tahu bahwa tidak pernah ada kata terlambat untuk memulai sesuatu. Rapha, Nathan, dan Beni sebelumnya pernah berusaha dan mengalami ketidakpuasan dalam proses pembuatan karya, sampai akhirnya saat ini mencoba untuk lebih baik lagi. 

‘Chrysalis’ menggambarkan sebuah tahap pengkristalan dalam kepompong ini, menjadi sebuah tema yang tepat untuk mendeskripsikan bahwa seseorang tidak perlu sungkan untuk memulai kembali. “Karena di sana selalu ada jalan bagi mereka yang selalu berusaha mencoba. Tidak pernah ada kata terlambat.” ujar Atreyu.


Pameran Seni Fotografi Fesyen di Artspace ini terbuka untuk umum hingga 21 Oktober 2018. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU