© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Merangkai Waktu Sebuah Karya Seni Rupa

21 Oct 2018

Indonesia memiliki kekayaan seni rupa yang tak terhingga jumlahnya. Sebagian besar dari karya-karya itu kini tersimpan dan menjadi aset beberapa institusi negara. Kini dalam sebuah pameran bertajuk, Menyigi Masa, sebanyak 61 karya dipamerkan. Semuanya merupakan hasil terampil dari 41 tangan perupa Indonesia.


Bukan tanpa alasan memang ketika Galeri Nasional membuka kembali pameran lukisan lawas. Biasanya tiap momen hari kemerdekaan, Galnas selalu menjadi tempat untuk mengingatkan kembali memori publik terhadap karya-karya lawas Tanah Air. Kini, ingatan itu kembali dituangkan. Namun ada maksud lain di baliknya. 

Suwarno Wisetrotomo, kurator Galnas mengatakan menyigi yang berarti menginvestigasi atau mencatat ini bermaksud memajang karya-karya yang terkoleksi dalam institusi negara. Setiap karya merupakan potongan puzzle yang perlu dicarikan rangkaiannya. Menurutnya ada aspek lainnya yang harus diteliti.
“Karya yang tercatat sebagai koleksi negara ini perlu dilacak, dicatat, dan dihadirkan ke hadapan publik,” ujar Suwarno.


Aspek lainnya yang juga penting adalah narasi tentang sejarah pengoleksian, relasi dengan peristiwa tertentu, perkembangan, gaya, dan lainnya, sebagai upaya memaknai setiap karya dengan konteks zamannya. Melalui karya-karya koleksi institusi negara - dengan sendirinya menjadi koleksi negara. 

61 karya yang ditampilkan terdiri dari lukisan, patung, dan grafis. Semuanya hasil karya seniman legendaris seperti A.D Pirous, A.Wakidjan, Affandi, Ahmad Sadali, Bagong Kussudiardja, Fadjar Sidik, Henk Ngantung, I Made Djirna, I Nyoman Gunarsa, Popo Iskandar, Rusli, Srihadi Soedarsono, Sudarso, Sunaryo, Wardoyo sampai Zaini.


Pameran seni rupa koleksi nasional merupakan eksibisi perdana yang melibatkan Museum Aceh, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Dewan Kesenian Jakarta, dan Unit Pengelola Museum Kesejarahan Jakarta, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta.

 

Jika penasaran dengan isinya, pameran berlangsung hingga 28 Oktober mendatang di Gedung A, Galeri Nasional Indonesia. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU