© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Wave of Tomorrow, Instalasi Meruang dengan Sentuhan Teknologi

4 Nov 2018

Nonotak, kreator asal Prancis membuat instalasi keren bertajuk WINDOW dalam pameran instalasi Wave of Tomorrow. Noemi Schipfer dan Takami Nakamoto, dua anggota Nonotak mengatakan mereka merasa tersanjung dengan sambutan audiens Jakarta yang sangat antusias saat pertunjukan musik bertajuk SHIRO.


“Ini menjadi salah satu show spesial kami di Asia, untuk itu kami ingin membagi kenangan indah ini melalui sebuah karya instalasi yang kami sajikan pertama kalinya di dunia bernama WAVE,” ujar Takami. 

Takami menuturkan mulanya mereka berdua berniat membawa instalasi WINDOW yang sebelumnya sudah dihadirkan di beberapa negara. “Melihat suasana pengunjung yang hadir pada pertunjukkan kami, festival ini layak untuk mendapat sebuah karya baru dari kami yang melampaui batas.”


Wave of Tomorrow yang diselenggarakan oleh Level7 dan Bale Project sebagai konsultan seni, berharap bisa menghadirkan karya instalasi yang menembus batas. Serta mampu memberikan pengalaman yang berbeda kepada pengunjung. Perpaduan permainan cahaya, musik, serta instalasi meruang yang apik mampu menyihir para pengunjung untuk hanya sekedar berdiam menikmati, berswafoto, maupun mengabadikannya dalam bentuk video.


“Ini adalah platform baru, Wave of Tomorrow 2018 menjadi sebuah festival seni berbasis teknologi yang dipadukan dengan penampilan musik spesial dari beberapa musisi dalam dan luar negeri,” ungkap Maharani perwakilan dari Bale Project. 

Karya-karya yang berbasis teknologi memang sudah ada sejak lama, banyak kreator pula yang membuat karya new media art. Di Wave of Tomorrow, karya yang dihasilkan berupa instalasi meruang dengan wujud beraneka ragam.


Sebagian besar karya-karyanya mengajak pengunjung untuk berinteraksi. Para seniman juga bisa berinteraksi dengan yang mendatangi karyanya. “Kami ingin menawarkan pengalaman baru dalam menyampaikan pesan di balik karya sambil menikmati alunan musik dari para musisi,” kata Maharani. 

Dia pun menambahkan bahwa Wave of Tomorrow menawarkan sajian yang interaktif dari beberapa kreator besar pada bidang seni berbasis teknologi, mencoba untuk mengantarkan pengunjung kepada pengalaman visual yang berbeda. Selain Nonotak, seniman yang berpartisipasi di antaranya adalah Sembilan Matahari, Kinara Darma, Maika Collective, Rebellionik, dan Ageless Galaxy.


Wave of Tomorrow 2018 dibuka untuk umum pada 20-28 Oktober, dibuka pukul 15.00 WIB di hari kerja dan 11.00 WIB di akhir pekan. Anda harus merogoh kocek Rp 50 ribu (hari kerja) dan Rp 100 ribu (akhir pekan) untuk membeli tiket masuknya. 

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU