© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kolaborasi Fotografer, Desainer, dan Penari Ciptakan Keindahan Indonesia

9 Nov 2018

Karya seni tak harus berdiri sendiri. Ia bisa saja tercipta karena sebuah kolaborasi antara seniman, termasuk seniman yang berbeda genre. Fotografer Martha Suherman, koreografer Rusdy Rukmanta, dan desainer Didiet Maulana berhasil membuktikannya. Kerjasama mereka sukses menghidupkan apa yang telah lama ada di Indonesia; keindahan.

Ketiganya jelas punya tugas berbeda saat menciptakan karya besar ini. Martha bertugas menangkap gambar dengan kameranya, Rusdy menciptakan tarian yang selaras, sementara Didiet menyediakan segala sesuatu yang mereka butuhkan untuk menciptkan visual yang indah. 

Karya masterpiece ketiganya terangkum dalam pameran fotografi bertajuk Indonesian Beauty di Galeri Indonesia Kaya. Ketiganya punya tujuan sama yakni mengeksplorasi keindahan kain tradisional yang telah lama menjadi warisan tak ternilai. Ketiganya didukung oleh pelibatan puluhan penari dari EKI Dance Company.

“Ini adalah project sosial yang mengangkat keindahan Indonesia dari segi gerak dan kekayaan kain menggunakan teknik tertentu sehingga tampak bergerak atau yang disebut dengan motion fotografi,” ujar Martha Suherman.

Para penari yang mengenakan kain karya desainer diberikan cahaya, lalu bergerak sesuai arahan koreografer. “Tugas fotografi adalah merekam cahaya yang memantul dari semua proses, bagai coretan dalam lukisan,” lanjut Martha. 

Koreografer Rusdy Rukmarata menyatakan kolaborasi kali ini berbeda dengan sebelumnya. Biasanya ketika koreografer bekerja sama dengan fotografer posisi model adalah pasif. “Kali ini desainer, koreografer, dan fotografer adalah rekan kolaboratif yang sejak awal telah berdiskusi, merencanakan, merancang, dan tercipta karya bersama,” ujar Rusdy.

Keindahan Indonesia yang dihadirkan lewat pameran ini tak hanya bisa disebut sebagai karya fotografi maupun desain semata. "Etnisitas yang terlihat juga tidak bisa disebut sebagai etnik Bali, Madura atau Papua. Tapi semua itu terangkum dalam satu kata adalah keindahan Indonesia," pungkasnya.

Pameran Indonesian Beauty berlangsung hingga 18 November mendatang. Jika punya waktu luang, mampirlah untuk sekedar menikmati indahnya warisan nusantara yang sayang bila dilewatkan. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU