© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Tiga Macan Asia Tampil di Pameran Seni Rupa Museum MACAN

22 Nov 2018

Museum seni modern dan kontemporer atau yang biasa dikenal dengan museum MACAN merayakan satu tahun kelahirannya. Sebuah prestasi yang menarik di usia belia, museumini sudah memamerkan 90 koleksi dari filantropi Haryanto Adikoesoemo dan karya retrospektif Yayoi Kusama. Tak ingin berhenti di situ, museum MACAN mempersembahkan karya dari 3 seniman Asia.


Direktur museum MACAN Aaron Seeto menuturkan sebagai institusi seni terkemuka, pihaknya ingin menghadirkan karya dari ketiga seniman yang namanya sudah dikenal di dunia seni rupa global. Mereka adalah Arahmaiani (Indonesia), Lee Mingwei (Taiwan), dan On Kawara (Jepang). 

Di pameran kali ini Arahmaiani menghadirkan judul pameran 'Masa Lalu Belumlah Berlalu. Satu lantai dengan karya-karyanya ada seniman Lee Mingwei asal Taiwan/Amerika lewat 'Tujuh Kisah'. Serta seniman asal Jepang On Kawara dengan karya 'One Million Years'.


“Lee Mingwei akan mengajak partisipasi dari para pengunjung dan menjadi karya yang unik sekali. Pameran ini menampilkan seniman performans yang mengajak partisipasi aktif,” kata Aaron Seeto. 

Ketiga perupa ini menampilkan serangkaian karya seni visual, instalasi interaktif serta performance art. Pameran tiga seniman Asia ini juga dihadirkan sebagai sikap museum MACAN yang merupakan institusi seni regional yang secara konsisten menghadirkan program edukatif.


Sebelumnya, museum MACAN Jakarta pernah menampilkan performance art di acara First Sight pada Agustus dan September 2017. Di antaranya adalah FX Harsono, Reza Afisina, Agung Kurniawan, Tisna Sanjaya, Melati Suryodarmo, Yin Xiuzhen, Mella Jaarsma, Xu Zhen, dan Justin Shoulder. 

Menurut Aaroon, ini adalah pameran yang sangat penting dari 3 performance artist. Anda bisa menyaksikan gimana gagasan dan proses kekaryaan saya. Sejak awal praktek, berkembang, dan sampai saat ini. Yang mau saya garis bawahi adalah masa lalu kekaryaan saya,” tutur Arahmaiani.
 

“Sebagai institusi seni dan budaya kami memiliki misi untuk memberikan kontribusi ke Indonesia. Lewat pameran ini kami ingin mengenalkan sesuatu yang berbeda dari seni kontemporer,” ungkapnya.


Seri pameran Arahmaiani, Lee Mingwei, dan On Kawara bakal dibuka untuk publik 17 November 2018 hingga 10 Maret 2019. Jadi masih cukup panjang waku untuk Anda mampir dan menikmati karya tiga perupa hebat tadi. 

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU